Beranda Life style Ekonomi Satgas TMMD Kodim 0411/KM Bangun Jalan Desa Akses Angkut Hasil Panen Warga

Satgas TMMD Kodim 0411/KM Bangun Jalan Desa Akses Angkut Hasil Panen Warga

44
BERBAGI

Foto : Personel Satgas TMMD ke-113 Kodim 0411/KM bersama warga percepat pengerjaan sasaran fisik pengerasan/telfrod jalan Dusun V kampung Restu Buana.


Time7Newss.com, Lampung Tengah.

Di hari ke-25 TMMD ke-113 Kodim 0411/KM, personel satgas dan masyarakat menggeber pengerjaan sasaran fisik pengerasan/telfrod jalan Dusun V Kampung Restu Buana Kecamatan Rumbia Kabupaten Lamteng. Sabtu (4/6/2022).

 

Dipimpin langsung Kapten Inf Suprobo, personel TN dan masyarakat ini berpacu mengejar waktu dan melawan ancaman cuaca yang semakin tinggi dalam intensitas curah hujan akhir-akhir ini. Menurut Kapten Inf Suprobo pengerasan jalan Dusun V ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat sebagai satu sarana penting bagi perputaran roda ekonomi di wilayah tersebut.

 

Sasaran telford 2500 Kampung Restu Buana tepatnya di Dusun V ini adalah jalan yang menghubungkn RT 1, RT 19 dan RT 20 serta menjadi sasrana penghubung ke Dusun I Kampung Bina Karya Buana,” jelasnya.

 

Curah hujan yang sedemikian tingginya, sempat membuat kewalahan personel satgas dan masyarakat, dikarenakan akses pengangkutan material seperti batu dan pasir menjadi sulit, bahkan disaat truck tidak bisa masuk, maka sarana gerobak edet kami gunakan, bila masih juga tidak bisa, kami akan memutuskan dengan mengerahkan pasukan gerobak sapi,” tegasnya.

 

Sejalan dengan ungkapan Kapten Inf Suprobo, Suwadi (65 tahun) Warga Dusun 5 Kampung Restu Buana yang saat itu ikut dalam pengerjaan mengatakan, “Yang membuat saya semangat walau di usia sekarang ini adalah semata-mata sebagai wujud rasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dikarenakan kampung kami saat ini disinggahi oleh bapak-bapak TNI untuk melakukan pembangunan disini,” ucapnya.

 

Kampung kami ini mayoritas warganya adalah petani, dengan mengandalkan hasil bumi seperti jagung, singkong dan karet, kami selalu dihadapkan hambatan bila cuaca hujan tinggi melanda,” ungkapnya.

 

Dengan jalan yang sulit kami lewati maka untuk memanen hasil bumi kami pastinya juga akan menemui kendala, padahal jalan ini diwaktu panen selalu akan dilewati oleh kendaraan yang mengangkut hasil pertanian sekitar 10 sampai 15 ton perharinya,” pungkasnya.

 

Time7Newss.com (Red/DL).

 

 

Print Friendly, PDF & Email