Foto : Aksi Bergizi Lintas Program Terintegrasi UPTD Puskesmas Metro.
Time7Newss.com, Kota Metro.
UPTD Puskesmas Metro mengadakan kegiatan Lintas Program Terintegrasi dalam rangka dalam memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2023. Kegiatan lintas program terintegrasi dilaksanakan melalui road show ke sekolah-sekolah di Kota Metro.
Hal ini dikatakan Kepala UPTD Puskesmas Metro dr. Ria Putriono saat diwawancarai time7newss.com, ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan program terintegrasi dengan berkunjung ke sekolah-sekolah.
“Kegiatan lintas program terintegrasi yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional yang diperingati pada tanggal 25 Januari tahun 2023. Kita turun ke sekolah-sekolah yaitu di SMP dengan target 120 siswa,” kata Ria. Sabtu (21/01/2023).

Lebih lanjut dr. Ria menyampaikan sasaran program gizi tersebut ialah remaja putri yang selaras dengan Program Wali Kota Metro yaitu Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (JAMA-PAI).
“Sasaran dari program gizi selaras dengan programnya Wali Kota Metro yaitu jaringan masyarakat peduli anak dan ibu (JAMA-PAI) di point’ ke lima diharapkan remaja putri terbebas anemia, dikarenakan remaja putri inilah sebagai cikal bakal seorang ibu yang akan melahirkan dimana nantinya anaknya tidak stunting,” jelasnya.

Adapun pemeriksaan kesehatan pada lintas program terintegrasi diantaranya pengecekan HB pada remaja putri melalui screening.
“Ketika di screening HB nya rendah kemudian dilakukan pemberian tablet penambah darah yang ketika jadwal menstruasi jadi setiap bulan mereka rutin dapat tablet penambah darah. Dan dari screening gizinya bagaimana isi piringku dilihat bergizi atau tidaknya apakah sudah sesuai porsinya atau belum itu dari program screening gizinya,” jelasnya.
Selain itu, dr.Ria mengungkapkan selain program gizi ada juga program PTM (penyakit tidak menular).
“Ini lebih ke remajanya kita lihat karena tidak menutup mata bahwa remaja sekarang banyak yang sudah merokok jadi disini dilakukan pemeriksaan Karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) pada anak-anak, baik itu putra maupun putri kalau yang putri kan perokok pasif ya, maka dilakukan pemeriksaan itu, dimana daerah sekolah juga dilakukan pemeriksaan terhadap guru-gurunya,” ucapnya.

Masih dikatakan dr. Ria, pada kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan penyakit tidak menularnya dan pengecekan deteksi dini cek gula darah, kolesterol dan asam uratnya dari program PTM nya.
“Selain itu ada program jiwa yaitu kesehatan jiwa peserta jiwa juga kita fokus pada remaja ini adalah screening bahwa anak ini mengalami depresi tidak, ada gangguan psikologisnya cemas panik atau gugup menghadapi ujian ataupun kita tidak tahu dirumahnya ada masalah dengan keluarga atau seperti apa kita sudah mulai screening,” ujarnya.

“Disitu kita bisa menyeleksi anak-anak yang sehat secara psikologisnya nanti ketika tidak sehat ataupun ada kecenderungan selalu mengarah ke depresi atau apa kita konsulkan ke Puskesmas untuk konsul dengan dokternya itu untuk yang program kesehatan masyarakat,” tutur Ria.
Lanjutnya, Ria menambahkan, ada lagi program promosi kesehatannya, intinya selain mensosialisasikan KTR (kawasan tanpa rokok) juga PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat)
“Kita tahu Kota Metro sudah mendapat STBM Award, disini kita ajarkan cara mencuci tangan yang baik dan benar sesuai tujuh langkah dengan kita mempraktekkan untuk lebih mengingat dengan menyanyi agar teman-teman ada di rumah itu mengingat dan bisa mempraktekkan,” ucapnya.

Selain itu, Dia menjelaskan ada lagi program Kesling (kesehatan lingkungan) ini fokusnya lebih untuk fisik kesehatan lingkungan di sekolahnya.
“Kesehatan lingkungan disekolahnya ini kita melihat toilet-toiletnya bagaimana apalagi kan kita sudah Wash In HCF nih nanti mungkin lanjut ke sekolah-sekolah dan pelayanan publik lainnya selain faskes juga kita melihat kebersihannya terus sampai ke kantin-kantin sekolah itu sudah memenuhi SOP-nya belum, standarnya dengan makanan yang tertutup atau tidak seperti itu program keslingnya,” tuturnya.

Dijelaskan Kepala UPTD Puskesmas Metro, Kegiatan tersebut berjalan selama enam hari dengan rangkaian Aksi Bergizi diisi dengan lintas program terintegrasi.
“Lintas program terintegrasi turun semua program jadi menghemat waktu efisien biaya, untuk satu kegiatan tapi semua turun tercapai dan sudah dapat data juga bisa melihat, nanti kita evaluasi gimana sih remaja ini baik itu dari segi kesehatan jiwanya dari program kawasan tanpa rokoknya dan kita bisa mengevaluasi, apa yang bisa kita lakukan selain penyuluhan
kesadaran mungkin nanti kita mengintervensi anak-anak tersebut,” jelasnya.

Dalam hal ini, Kepala UPTD Puskesmas Metro, Ia mengharapkan program Aksi Bergizi lintas program terintegrasi di bulan Januari 2023 dapat menciptakan remaja-remaja yang sehat.
“Program ini selaras dengan Program Wali kota Metro yang memilik Program JAMA-PAI (Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu) point ke enam yaitu Germas (Gerakan masyakarat hidup sehat), hidup sehat itu luas baik secara fisik dan psikologi, harapannya program Aksi bergizi lintas program terintegrasi dapat membantu Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, baik itu Kemenkes kita bisa mendukung kegiatan ini menciptakan remaja-remaja yang sehat fisik dan jiwanya anak-anak tidak stunting lagi yang nantinya tinggi badan anak SMP bisa 160-170 centimeter itu harapannya,” pungkasnya.
Time7Newss.com (ADV).






