Beranda Kota Metro Penandatanganan Nota Kesepahaman IAIN Metro Bersama Dirjen PHU Kemenag RI

Penandatanganan Nota Kesepahaman IAIN Metro Bersama Dirjen PHU Kemenag RI

91
BERBAGI

Foto : Wakil Wali Kota Metro Drs.Qomaru Zaman,MA, Rektor IAIN Metro Prof.Dr.Hj. Siti Nurjanah, M.Ag., PIA saat menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman IAIN Metro Bersama Dirjen PHU Kemenag RI.


Time7Newss.com, Kota Metro.

Wakil Wali Kota Metro melakukan Pendamping kegiatan Kuliah Umum Fakultas Ekonomi Bisnis Islam dan Penandatanganan Nota Kesepahaman IAIN Metro dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama RI yang berlangsung di GSG Kampus IAIN Metro, Kamis (12/10/2023).

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi IAIN Kota Metro tersebut mengusung tema “Penguatan Pengelolaan Haji dan Umrah Untuk Peningkatan Kemandirian Pesantren dan Ekonomi Keumatan”.

Rektor IAIN Metro Prof.Dr.Hj. Siti Nurjanah, M.Ag., PIA mengucapkan terimakasih atas kehadiran Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI dan Wakil Wali Kota Metro, dalam upaya untuk mendorong penguatan pengelolaan haji dan umroh untuk meningkatkan kemandirian Pesantren dan ekonomi keumatan.

Kita memahami bahwa sekarang ibadah haji telah menjadi satu ibadah yang diimpikan oleh mayoritas umat muslim. Mengingat pentingnya pengelolaan, maka kita perlu mendalami bagaimana penguatan ibadah haji yang dapat kita lakukan nantinya,” ujarnya.

Dalam hal ini, Siti Nurjanah berharap, dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman dengan Dirjen PHU Kementerian Agama Republik Indonesia, dapat memicu kita semua untuk menyusun program-program strategis.

 

Kuliah Umum Fakultas Ekonomi Bisnis Islam dan Penandatanganan Nota Kesepahaman IAIN Metro dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama RI

 

Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI Prof. Hilman Latief, M.A.,Ph.D menuturkan, kerjasama yang dilakukan oleh Dirjen PHU Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Rektor IAIN Metro melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU, untuk mendorong penguatan pengelolaan haji dan umroh untuk meningkatkan kemandirian pesantren dan ekonomi keumatan.

Keterlibatan Pemerintah dan entitas juga diperlukan di Lampung dalam penguatan ekonomi sistem haji. Kita juga harus bisa melayani 221.000 jama’ah dan setidaknya harus menyediakan 25 juta paket makan, sehingga yang kita harapkan hubungan bisnis Indonesia semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,”ungkapnya.

Hilman Latief juga berharap ada komunitas-komunitas Lampung yang dapat di eksplor dari Lampung untuk mendukung dan mendorong penguatan pengelolaan haji dan umroh untuk meningkatkan kemandirian pesantren dan ekonomi keumatan.

 

Time7Newss.com (Red).

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email