Beranda Advetorial Dinkes Metro Adakan Sosialisasi Penguatan Dan Peningkatan Kesehatan Calon Pengantin

Dinkes Metro Adakan Sosialisasi Penguatan Dan Peningkatan Kesehatan Calon Pengantin

71
BERBAGI

Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes saat memberikan sambutan pada kegiatan penguatan kesehatan calon pengantin wujudkan visi Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya.


Time7Newss.com, Kota Metro.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes menyampaikan tujuan utama diselenggarakannya kegiatan penguatan kesehatan untuk calon pengantin dan pasangan usia subur dalam rangka memperkuat implementasi dan peran lintas sektor. Serta mewujudkan Visi dan Misi Kota Metro untuk menjadi Kota Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya.
Hal ini disampaikan Kadiskes Eko Hendro Saputro saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan pertemuan penguatan kesehatan yang melibatkan pemegang program, lintas program/lintas sektor, organisasi profesi, organisasi di luar pemerintahan, tenaga kesehatan dalam upaya meningkatkan kesehatan calon pengantin dan pasangan usia subur yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Metro.
Eko menyebutkan, penguatan kesehatan kepada calon pengantin dan pasangan usia subur sangat penting untuk dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, serta stunting juga masuk dalam capaian target RPJMN 2020-2024.
Saya minta di Kota Metro jangan sampai ada angka kematian ibu lagi, mengingat tahun 2022 dan tahun 2023 angka kematian ibu di Kota Metro nol, maka tahun 2024 juga diusahakan nol,” ujarnya saat memberikan sambutan di Aidia Grande Hotel, Jumat (05/07/2024).

 

 

Foto : Dinkes Metro Sosialisasi Kesehatan penguatan dan peningkatan Kesehatan Calon Pengantin Wujudkan Visi Kota Metro

 

Selain itu, Eko juga meminta adanya penekanan angka kematian bayi sekecil mungkin di Kota Metro. Hal ini juga ditekan sekecil mungkin, karena SDM kita hebat-hebat di Kota Metro dengan 9 Rumah Sakit dan 11 Puskemas yang ada.
Adapun, Berdasarkan data, dirinya mengungkapkan 70 persen risiko kematian ibu dan bayi terjadi karena keterlambatan dalam melakukan deteksi dini, serta melakukan kontrol saat usia kandungan mau memasuki 9 bulan.
Agar semua itu tercapai saya minta seluruh tenaga kesehatan yang terdepan di lapangan dan dokter untuk terus melakukan pelatihan dan menambah pengetahuan terkait hal tersebut,” tuturnya.
Adanya Aplikasi JAMA-PAI juga menjadi salah satu cara yang dapat digunakan oleh ibu dan anak untuk memudahkan melakukan deteksi dini terhadap kegawatdaruratan kesehatan, serta sebagai strategi dan program prioritas pembangunan kesehatan di Kota Metro.
Harapannya, melalui pertemuan penguatan ini para pemegang program, lintas program/lintas sektor, organisasi profesi, organisasi di luar pemerintahan, dan tenaga kesehatan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan calon pengantin mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi dengan merumuskan perencanaan program kesehatan reproduksi yang lebih baik dan efektif kedepannya.

 

Foto : Dinkes Metro Sosialisasi Kesehatan penguatan dan peningkatan Kesehatan Calon Pengantin Wujudkan Visi Kota Metro

 

Maka pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kita semua mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan reproduksi untuk catin agar dapat terlaksana secara terintegrasi dan menyeluruh sehingga tidak ada lagi calon pengantin yang tidak mendapatkan skrining dan pelayanan kesehatan reproduksi di Kota Metro,” tutupnya.
Sementara itu, Ditempat yang sama, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro, Diah Meirawati, SKM.,MKes menekankan tentang pentingnya pelayanan pemeriksaan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin sebagai aspek fundamental dalam persiapan pernikahan serta langkah proaktif yang tidak hanya menjamin kesehatan individu, tetapi juga membangun pondasi kuat bagi keluarga yang sehat dan bahagia.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Kesehatan terus berupaya melakukan inovasi dengan memanfaatkan teknologi sebagai langkah pencegahan yang menyasar usia remaja dan calon pengantin (catin) melalui Aplikasi Kescatin (Kesehatan Calon Pengantin).
Aplikasi Kescatin dirancang sebagai sarana informatif dan edukatif yang dapat memberikan akses yang mudah dan praktis bagi usia remaja, calon pengantin, dan ibu untuk mendapatkan informasi serta pemahaman tentang kesehatan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Meirawati juga menjelaskan, hadirnya Aplikasi tersebut juga dapat menjadi alat yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan preventif, pemahaman tentang pentingnya perawatan kesehatan sebelum menikah, serta informasi terkait program-program kesehatan yang tersedia.
Diah menuturkan, melalui pelayanan pemeriksaan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin sejak dini baik secara fisik dan mental dapat menjamin kesehatan ibu dalam usia reproduksi agar mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas. Kemudian mengurangi angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah terjadinya stunting dengan melakukan pengecekan kesehatan reproduksi catin.
Program pelayanan kesehatan reproduksi catin akan dapat terselenggara dengan baik bila lintas program dan lintas sektor (LP/LS) terkait berkomitmen penuh dalam mendukung program tersebut,” ungkap Diah Meira.
Masih disampaikan Diah Meira, Ia berharap pertemuan ini dapat meningkatkan penguatan pelayanan kesehatan reproduksi bagi catin dari masing-masing pihak terkait serta terjalinnya koordinasi dan kerjasama yang baik.
Sehingga nantinya dari pertemuan ini, dihasilkan solusi-solusi dari permasalahan yang selama ini dihadapi dan dapat merumuskan perencanaan program ke depan yang lebih baik lagi melalui komitmen bersama,“ terangnya.
Time7Newss.com (ADV).

 

Print Friendly, PDF & Email