Beranda Advetorial Tingkatkan Pelayanan, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Luncurkan Aplikasi SILAT

Tingkatkan Pelayanan, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Luncurkan Aplikasi SILAT

229
BERBAGI

Foto : Wali Kota Metro Wahdi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Eko Hendro Saputra saat penandatanganan Sistem Layanan Antrean Terintegrasi (SILAT) oleh Direktur RSU Jenderal Ahmad Yani Metro dr Fitri Agustina.


Time7Newss.com, Kota Metro.

Wali Kota Metro, Wahdi menyampaikan pelayanan pendaftaran berbasis daring akan terintegrasi dalam 6 pilar transformasi kesehatan. Sistem yang dihadirkan dengan kemajuan teknologi informatika diperuntukkan bagi pasien umum maupun BPJS.

 

Wali Kota Metro Wahdi, Kepala Bappeda Kota Metro Anang Risgiyanto, Direktur RSU Jenderal Ahmad Yani dr Fitri Agustina dan Wakil Direktur dr Hasril Syahdu usai peluncuran Aplikasi SILAT

 

Hal ini dikatakan usai menghadiri penandatanganan komitmen bersama dan pakta integritas dalam rangka mendukung SILAT di RSUD Jenderal Ahmad Yani, Kamis, (22/6/2023).

 

SILAT ini kan mengenai waktu tunggu, di BPJS ini juga kan menilai waktu tunggu, jadi semua itu akan terintegrasi dalam 6 pilar transformasi kesehatan. Sistem yang dihadirkan dengan kemajuan teknologi informatika itu, tentu harus diakses juga dengan mudah oleh masyarakat. Saya kira, dengan pola seperti itu keberhasilan akan optimis lah kita capai,” kata Wahdi.

 

Untuk diketahui, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jenderal Ahmad Yani Kota Metro berencana menghapus layanan pendaftaran manual, bagi pasien rawat jalan. Hal itu bertujuan mengurangi antrean, sekaligus memangkas waktu tunggu di sejumlah loket poliklinik tempat layanan kesehatan di Rumah Sakit milik Pemerintah tersebut.

 

Dalam hal ini, RSUD Jenderal Ahmad Yani merilis sistem layanan antrean terintegrasi (SILAT) untuk meningkat pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

 

Wali Kota Metro Wahdi, Staf Ahli Bidang I Silfia Naharani, Kepala Bappeda Kota Metro Anang Risgiyanto, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Eko Hendro Saputra, Direktur RSU Jenderal Ahmad Yani dr Fitri Agustina beserta Wadir dr Hasril Syahdu usai peluncuran Aplikasi SILAT

 

Dikesempatan tersebut, Direktur RSUD Jenderal Ahmad Yani, dr Fitri Agustina, ia menjelaskan pihaknya berencana menghapus layanan pendaftaran manual secara bertahap, dengan menyesuaikan kondisi di masyarakat. Program SILAT menjadi terobosan untuk mengurangi antrean, sekaligus memangkas waktu tunggu bagi pasien rawat jalan.

 

Dengan adanya inovasi ini, ke depan, waktu tunggu rawat jalan mulai dari pasien mendaftar sampai dengan pasien ditangani oleh dokter spesialis adalah 1 jam. Kita optimis dengan hal itu, namun memang dengan bertahap, dari mulai jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Ke depannya RSUD Ahmad Yani tidak akan ada pendaftaran manual lagi,” paparnya.

 

Ini berlaku hanya untuk pasien yang rawat jalan ya, kalau pasien yang gawat darurat tidak, ya tetap manual,” tambahnya.

 

Lebih lanjut Fitri menjelaskan, pasien hanya perlu mengisi formulir digital melalui smartphone. Layanan tersebut dapat diakses melalui website, maupun aplikasi yang dapat diunduh via app dan google play store.

 

Kita semuanya pelayanan dengan online. Jadi, mendapatkan kepastian dalam pelayanan seperti itu, bisa melalui website atau unduh aplikasinya di play store. Kita harus membenahi dengan dukungan server yang baik juga agar aplikasinya bisa lancar saat digunakan,” pungkasnya.

 

Time7Newss.com (ADV).

 

 

Print Friendly, PDF & Email