Beranda Advetorial Dispusarda Kota Metro Ngobrol Seputar Literasi Wujudkan GEMERLANG

Dispusarda Kota Metro Ngobrol Seputar Literasi Wujudkan GEMERLANG

256
BERBAGI

Foto : Ngobrol Seputar Literasi (NGOPI) Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) Kota Metro.


Time7Newss.com, Kota Metro.

Talk Show Ngobrol Seputar Literasi (NGOPI) dalam rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) tahun 2023, berlangsung di Halaman Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro, Rabu (25/10/2023).

Ngobrol Seputar Literasi tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Kota Metro Kota Literasi Menuju Generasi Emas Metro Cemerlang (GEMERLANG)” dihadiri Bunda Literasi dr.Silfia Naharani,Sp.KKLp.MM, dengan narasumber Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah ( Dispusarda) Kota Metro Komarudin,S.Sos,.MM, Akademisi Universitas Muhammadiyah Metro Dr.Bambang Suhada,SE,.M.Si, Kepala Bappeda Kota Metro Anang Risgiyanto,S.KM,.M.Kes diwakili Kabid Sosial kebudayaan dan Pemerintahan Bappeda, Ika Yuniarti, Moderator Weni Apriana dan Yulia.

 

Bunda Literasi Kota Metro dr.Silfia Naharani,Sp.KKLp.MM,

 

Bunda Literasi Kota Metro dr.Silfia Naharani,Sp.KKLp.MM, menyampaikan pentingnya minat baca untuk kemajuan sebuah kota dan mewujudkan Generasi Emas Metro Cemerlang (GEMERLANG)

Generasi Z adalah yang menggantikan kami kedepannya dan untuk mewujudkan generasi GEMERLANG itu harus memunculkan dulu kepercayaan diri dan itu harus bisa berliterasi,” ucapnya.

Bunda Literasi Silfia Naharani Wahdi mengungkapkan filosofi dari konsep literasi adalah apabila bisa melaksanakan literasi secara sungguh-sungguh akan mencapai kesejahteraan.

Peran generasi Z dalam mewujudkan generasi cemerlang, Bunda Literasi sebagai mitra pemerintah tentunya berharap mempunyai strategi sehingga visi kota Metro yang sudah dicanangkan itu berhasil dalam hal ini meningkatkan angka literasi Kota Metro yang tinggi secara otomatis akan menjadi habits kebiasaan,” tuturnya.

Bunda Literasi mengungkapkan filosofi literasi bukan hanya membaca, menghitung dan menulis namun berkaitan dengan budaya, teknologi dan tubuh kita juga bisa berliterasi dengan baik.

Dengan perkembangan zaman kita tidak menutup mata definisi operasional pun mulai berubah, literasi bukan hanya teks book dan kita juga bisa berlaku bijak dengan gadget, apabila kita mampu dan bisa berliterasi dengan baik secara otomatis kita mampu adaptif, dalam hal ini bukan hanya mampu menguasai teknologi kecerdasan intelektual tetapi kita mampu melakukan kecerdasan bahasa tubuh, kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual harus digabungkan kalau ingin menjadi sukses,” ungkapnya.

 

Ngobrol Seputar literasi (NGOPI) HARI KUNJUNG PERPUSTAKAAN Kota Metro

 

Masih disampaikan Bunda Literasi, menjelaskan Generasi Emas itu seperti emas walaupun kecil diletakkan dimana saja akan tetap bersinar.

Tentunya harus menjadi anak-anak yang entrepreneurship dapat menciptakan sesuatu yang baru, inovatif dan mampu berkreasi bukan hanya di pakem nya saja, mandiri dan berakhlak yang baik, amanah serta sehat jasmani dan rohani, sehat sosial dan sustainable artinya berkelanjutan yang akan membawa kebaikan apa yang kita kerjakan bukan hanya untuk kita tetapi untuk kedepannya,” paparnya.

Adapun dalam target Indikator kerja utama, Bunda Literasi menjelaskan capaian kota Metro sangat bagus.

Alhamdulillah untuk IKU indikator kerja utama Kota Metro capaian bagus dan juga prestasi-prestasi. Menurut saya bagaimana parenting setiap sekolah di bumikan kembali, karena parenting adalah persepsi guru, anak dan orang tua wali menjadi sama, kemudian profil pelajar Pancasila,” kata Silfia.

Bunda Literasi berharap akan semakin meningkat angka kunjungan perpustakaan bukan hanya di tingkat kota namun juga di tingkat kelurahan yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi cakupan bersama.

Dikarenakan perpustakaan itu tidak hanya untuk membaca, namun juga menjadi tempat penelitian, juga tempat rekreasi menyenangkan serta tempat pelatihan, dimana ada program Wali Kota Metro terbentuk kreatif hub dimana bisa dimanfaatkan dari perpustakaan bisa terlaksana sampai ketingkat bawah,” terang Bunda Literasi.

 

Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro, Komarudin,S.Sos,.MM

 

Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro, Komarudin,S.Sos,.MM, menyampaikan talk show ngobrol seputar literasi tersebut dalam rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) tahun 2023.

Hari perpustakaan dicanangkan sejak tahun 1995, kegiatan ini dalam rangka menumbuh kembangkan budaya masyarakat secara otomatis meningkatkan minat baca dan meningkatkan indeks literasi masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut Komarudin menjelaskan kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan HKP Kota Metro telah diselenggarakan setiap tahun.

Ngobrol seputar literasi ini sesungguhnya membahas dengan hal yang berkaitan dengan literasi dikarenakan momennya di Hari Kunjung Perpustakaan HKP dengan mengangkat tema “Mewujudkan Kota Metro Kota Literasi Menuju Generasi Emas Metro Cemerlang” dan juga ini untuk mendukung program unggulan Pemerintah Kota Metro tahun 2021-2026,” jelas Komarudin.

Masih dikatakan Kepala Dispusarda Kota Metro, Ia menuturkan berkaitan dengan literasi Kota Metro telah mencanangkan sebagai Kota Literasi pada tahun 2021.

Kota Metro telah mencanangkan sebagai Kota Literasi pada tahun 2021, namun tidak hanya sekedar mencanangkan saja tentunya banyak hal yang kita persiapkan dan bicara tentang harapan kita bicara dari hilir ke hulunya, dimulai dari proses inputnya bukan dari output dan melalui momentum HKP ini kita membedah permasalahan-permasalahan saat ini untuk kedepannya,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam penyampaiannya, Dr.Bambang Suhada,SE,.M.Si, Akademisi Universitas Muhammadiyah Metro sebagai narasumber Ngobrol Seputar Literasi tersebut, Ia mengatakan generasi Z disiapkan dalam perkembangan dan kemajuan teknologi digital menyambut Indonesia Emas 2045.

Talk Show ngobrol seputar literasi hari ini tema nya ialah Generasi Emas Metro Cemerlang (GEMERLANG), kita melihat kategorisasi nya dari generasi ini adalah generasi Z, dimana usia nya 0-19 tahun yang nanti kita prediksi pada 2045 usia mereka 40-45 tahun dikarena ada bonus demografi,” ucapnya.

Bambang Suhada menyampaikan pada usia 0-19 tahun tersebut dipersiapkan untuk mengisi target pada 2045 Indonesia akan menjadi negara ekonomi terbesar kelima di dunia dan diperlukan sumberdaya yang mampu beradaptasi dengan kondisi di tahun 2045.

Dalam kontek literasi hari ini masih bicara tentang literasi minat baca itu adalah umum, tetapi ada literasi keuangan, literasi digital, hal ini terutama pada literasi digital untuk generasi Z harus dipersiapkan agar mereka tidak buta terhadap perkembangan teknologi digital dan terutama literasi keuangan,” tuturnya.

 

Dr.Bambang Suhada,SE,.M.Si, Akademisi Universitas Muhammadiyah Metro

 

Masih disampaikan Bambang Suhada, kedepanya akan di pergunakan virtual money seperti penggunaan uang kertas mungkin akan jarang dikarenakan banyak menggunakan dompet digital atau mobile wallet.

Seperti saat ini masih mungkin masih ada masyarakat yang tertipu dengan Investasi bodong, hal ini adalah gambaran kurang siapnya terhadap literasi keuangan dan upaya ini yang harus kita fokuskan kedepannya khususnya Dinas Pendidikan dan Dispusarda tugas pokok dan fungsinya diperluas ketimbang membuat wacana tentang penguatan literasi minat baca tetapi melingkupi generasi Z ,untuk terbuka dan beradaptasi tentang perkembangan dinamika sektor keuangan dan teknologi digital,” ungkapnya.

Selain itu, Bambang Suhada menjelaskan kita harus berangkat dari kajian dan studi dimana infrastruktur digital kita sudah sangat baik, tetapi mentalitas yang harus diperbaiki dalam penggunaan gadget.

“Rata-rata lama waktu untuk menggunakan gadget yaitu 9 jam bisa dibayangkan itu besaran waktu cukup besar tetapi informasi yang ada tidak bisa difilter dengan baik, hal ini konsep menyusun sebuah filterisasi, pemikiran, daya pikir, sikap dan tindakan anak-anak itu sangat penting“.

Selain kapasitasnya yang paling penting adalah memperkuat budaya digital culture difokuskan supaya nanti informasi yang ada dapat di filter, karena anak-anak sangat lincah kecepatan jari nya daripada otaknya untuk membuat konten tertentu dan ternyata itu merusak sendi-sendi kehidupan, realisasi sosial, maupun membahayakan dirinya sendiri misalnya dengan menyebarkan hoax dan sebagainya dan UU IT yang membatasi itu,” paparnya.

Bambang berharap melalui kegiatan ini bukan hanya sekedar show up atau menjalankan program kerja, namun pada tanggung jawab moral dan etika sebagai agen perubahan ini bisa bersama-sama berkolaborasi dengan pemangku kepentingan meletakan pondasi yang kuat untuk anak-anak.

Harapannya generasi Z ini selamat bisa sampai di 2045 menjadi basis terbentuknya Indonesia maju,” pungkasnya.

 

Time7Newss.com (ADV).

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email