Beranda Advetorial RSUD A Yani Metro Dan PPTI Adakan Talk Show Gerakan Indonesia Akhiri...

RSUD A Yani Metro Dan PPTI Adakan Talk Show Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis

290
BERBAGI

Foto : RSUD A Yani Metro bersama PPTI adakan Talk Show Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis tahun 2030 dalam rangka peringati Hari TB Sedunia.


Time7Newss.com, Kota Metro.

Pemerintah Kota Metro melalui RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro bersama PPTI (Perkumpulan Pemberantas TB Indonesia) mengadakan Talk Show Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis (Giat) dengan mengangkat tema “Bersinergi Dalam Percepatan Penanggulangan TB Menuju Eliminasi TB 2030”, dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia, berlangsung di Pocadi Halaman Masjid Agung Taqwa Kota Metro, Minggu (19/05/2024).

Adapun kegiatan talk show tersebut diselenggarakan secara rutin oleh RSUD A Yani Metro setiap bulan di minggu ketiga dengan mengangkat berbagai materi tema melalui program EDUMY (Edukasi Mingguan RSUD Jend Ahmad Yani) Sunday Funday.

Wakil Wali Kota Metro Drs.Qomaru Zaman,MA mengapresiasi kegiatan tersebut, Ia mengatakan Kota ini harus diurus kesehatan warga masyarakat harus sehat, salah satunya adalah pemerintah harus hadir melayani kesehatan terutama penanggulangan TB tuberkulosis.

Saya apresiasi teman-teman dokter spesialis yang telah menangani dengan baik terkesan betul-betul apa yang disampaikan oleh ketua PPTI Provinsi, satu-satunya di Provinsi Lampung yang melaksanakan kegiatan seperti ini hanya Kota Metro sangat diharapkan menjadi contoh untuk menjaga kesehatan masyarakat,” ucap Qomaru saat diwawancarai Time7newss.com.

 

Wakil Wali Kota Metro Drs.Qomaru Zaman,MA

 

Masih disampaikan Qomaru, Pemerintah hadir ditengah masyarakat melalui program Home Care, dimana secara langsung turun melihat, menemukan dan mengobati masyarakat yang terkena penyakit.

Jadi turun ke masyarakat melihat menemukan, diobati sampai tuntas itu aja saya kira penguatannya di sini, Pemerintah hadir bersama kawan-kawan dokter, Puskesmas untuk melihat secara jeli masyarakat yang kena penyakit ditemukan, diobati sampai tuntas,” jelas Qomaru.

Sebagai pemateri pada talk show Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis (Giat) tersebut yakni dr.Agung Budi,P.Sp.PD,M.Kes (dokter Spesialis Penyakit Dalam), dr.Raden Dicky Wirawan Listiandoko,Sp.P (dokter Spesialis Paru)

 

Direktur RSUD Jend Ahmad Yani Metro, dr Fitri Agustina,M.K.M

 

Ditempat yang sama, Direktur RSUD Jend Ahmad Yani Metro, dr Fitri Agustina,M.K.M menyampaikan kegiatan Edumy Sunday Funday secara rutin diadakan memberikan edukasi dari semua materi-materi setiap satu bulan sekali.

Hari ini kita RSUD Ahmad Yani Metro bekerjasama dengan Metro Sunday Funday kemudian LAZISMU, PATELKI dan organisasi kesehatan lainnya memberikan edukasi terkait masalah kesehatan di Kota Metro, dimana diisi oleh pemateri dari dokter-dokter spesialis kita memberikan edukasi dari semua materi-materi dilaksanakan untuk Kota Metro setiap satu bulan sekali yang dilaksanakan pada minggu ketiga,” jelasnya.

dr.Fitri menuturkan, kegiatan EDUMY Sunday Funday di Minggu ketiga tersebut bertepatan memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia.

Jadi upaya kita pemberantasan penyakit tuberkulosis ini harus sampai zero/nol, kita semuanya mulai dari skrining terbawah harus tidak ada pasien yang menderita tuberkulosis, Ini edukasinya untuk masyarakat Kota Metro dalam rangka Hari TB Sedunia,” ucapnya.

 

Ketua Dewan Kehormatan PPTI Kota Metro dr.Silfia Naharani,S.p.KKlp.MM, Sekda Kota Metro Ir.Bangkit Haryo Utomo, MT, .dr.Agung Budi,P.Sp.PD,M.Kes (dokter Spesialis Penyakit Dalam) saat Deklarasi Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis
dr.Agung Budi,P.Sp.PD,M.Kes (dokter Spesialis Penyakit Dalam) dari PPTI Kota Metro ikuti gerakan senam bersama

 

Lanjut dikatakan dr.Fitri, ia mengungkapkan untuk jumlah penderita tuberkulosis menurun yang terdata di RSUD A Yani Metro.

Alhamdulillah, untuk data penderita tuberkulosis menurun yang terdata di RSUD A Yani Metro sebagai rumah sakit rujukan. Tuberkulosis ini sangat bahaya sekali terutama menyerang paru-paru atau diluar paru yang dijelaskan dokter agung dan dokter Dicky, penyakit TB bisa menyerang selain paru-paru, jaga kesehatan kita berantas tuberkulosis khususnya untuk Kota Metro,” tutup dr Fitri.

Sementara itu, dr.Agung Budi,P.Sp.PD,M.Kes (dokter Spesialis Penyakit Dalam) mewakili Ketua PPTI (Perkumpulan Pemberantas TB Indonesia) Kota Metro mengatakan melalui Program TOS (temukan, obati sampai sembuh).

TBC ini seperti covid, ada kontak erat, nah ini yang sekarang mulai kita cari, karena TBC sangat menular, sementara ini yang kita obati hanya penderitanya sedangkan pencegahan nya belum,” ucapnya.

 

dr.Agung Budi,P.Sp.PD,M.Kes (dokter Spesialis Penyakit Dalam) mewakili Ketua PPTI Kota Metro saat diwawancarai awak media

 

dr.Agung mengungkapkan Kegiatan ini termasuk sosialisasi dalam pemberantasan TBC dan untuk pengobatan penyakit TBC itu ada yang selama enam bulan, sembilan bulan, setahun dan dua tahun.

Penyakit TBC ini harus sampai sembuh, kenapa ? Kalau kita aja bisa fighter di wabah Covid-19 dan TB ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bertahun-tahun, mudah-mudahan TBC ini akan segera selesai dengan komitmen kita bersama, jadi pemberantasan TBC itu tidak hanya kami dari kesehatan tetapi utamanya adalah masyarakat harus ikut berperan serta dalam pemberantasannya,” harapnya.

Masih disampaikan dr.Agung, ia menjelaskan, PPTI (Perkumpulan Pemberantas TB Indonesia) memotori pemberantasan TBC khususnya di Kota Metro, dimana Ketua Dewan Kehormatan PPTI Kota Metro yaitu dr.Silfia Naharani, S.p.KKlp.MM yang juga istri Wali Kota Metro.

Saat ini ada program kontak erat, jadi yang terdeteksi kontak erat kita lakukan tes agar skrining pola nya seperti covid. Untuk angka penderita TBC ada penurunan, mudah-mudahan kerja kita tidak sia-sia.

Dalam hal ini, dr.Agung menegaskan point dari kegiatan tersebut yaitu target adalah eliminasi TBC tahun 2030 di angka nol.

Kita bergerak bersama termasuk dengan teman-teman media untuk membantu edukasi kepada masyarakat bahwa penyakit TBC ini sangat menular, sehingga harus segera kita berantas terutama anak-anak sebagai generasi kita, karena komplikasi TBC sangat bahaya dan menakutkan bukan hanya di paru tetapi ada di ektra paru,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Metro Drs.Qomaru Zaman,MA, Ketua Dewan Kehormatan PPTI Kota Metro dr.Silfia Naharani,S.p.KKlp.MM, Sekda Kota Metro Ir.Bangkit Haryo Utomo, MT, Asisten I Supriyadi, Direktur RSUD A Yani Metro, dr.Fitri Agustina,M.K.M, beserta Wadir dan jajarannya, Kepala OPD dilingkungan Pemkot Metro, Camat dan Lurah se-kota Metro.

 

Time7Newss.com (ADV).

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email