Beranda Advetorial Isi Materi Kuliah Mahasiswa Koas Kedokteran, Wahdi Sebut RSUAY Metro Center of...

Isi Materi Kuliah Mahasiswa Koas Kedokteran, Wahdi Sebut RSUAY Metro Center of Knowledge

372
BERBAGI

Foto : Wali Kota Metro Wahdi saat memberikan materi kuliah mahasiswa Koas fakultas kedokteran Universitas Malahayati di UPTD RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro.


Time7Newss.com, Kota Metro.

Wali Kota Metro dr.Wahdi,Sp.OG (K),.MH mengisi materi kuliah mahasiswa Koas kedokteran dalam rangka orientasi kepaniteraan Klinik dokter muda fakultas kedokteran Universitas Malahayati bertempat di Ruang Diklat UPTD RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, Rabu (02/08/2023).

 

Dalam hal ini, Wali Kota Metro Wahdi yang merupakan seorang Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi memberikan materi kuliah terkait pemeriksaan Ginekologi (PDOGI), tentang Obstetri dan Ginekologi (Obgine). Obstetri adalah ilmu bedah kedokteran yang khusus mempelajari cara memperlakukan wanita dan bayi selama masa kehamilan, proses kelahiran dan puerperium.

 

Wali Kota Metro dr.Wadi,Sp.OG (K),.MH saat memberikan materi kuliah kepada mahasiswa Koas kedokteran Universitas Malahayati bertempat di Aula Diklat RSUAY Metro

 

Untuk diketahui Koas adalah program profesi yang harus lakukan oleh mahasiswa jurusan kedokteran untuk mendapatkan gelar dokter yang dilaksanakan di rumah sakit dalam kurun waktu 1,5 tahun hingga 2 tahun dan menjalankan pendidikan tahap Profesi Dokter yang juga dikenal dengan Kepaniteraan Klinik.

 

Wali Kota Metro Wahdi saat diwawancarai time7newss.com usai memberikan materi kuliah terkait Obstetri dan Ginekologi (Obgine) bagi mahasiswa Koas kedokteran tersebut, dirinya bersyukur berkesempatan memberikan materi kuliah kepada anak didik merupakan anak bangsa diharapkan menjadi dokter yang baik bertanggung jawab memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

Iya, tentunya pada hari ini memberikan materi pada anak didik merupakan anak bangsa yaitu mahasiswa fakultas kedokteran, diharapkan menjadi dokter yang baik, bertanggung jawab memberikan pelayanan terbaik sampai ke pelosok-pelosok dan semestinya Dokter Umum itu memang harus dihadirkan ke daerah bukan di kota,” ucap Wahdi.

 

Wali Kota Metro dr Wahdi,Sp.OG (K),.MH didampingi Kabid Litbang Diklat RSUAY Metro, Singgih Pramono,S.Km saat memberikan materi kuliah kepada mahasiswa Coass Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

 

Lebih lanjut Wahdi mengharapkan kedepannya sistem pendidikan yang berjalan disini akan lebih baik lagi.

Sistem pendidikan kita kedepannya harus diperbaiki lebih bagus, kita mesti bersyukur dimana tidak pernah terpikir ketika saya di RPJMD itu memasukkan program ini sebagai 9 program, ini yang kita penuhi, apabila yang tidak ada jangan dimasukkan, mesti ikuti dulu program yang ada, karena program yang ada itu tentu juga akan berefek pada yang lain yaitu pertumbuhan ekonomi apabila fakultas kedokteran ada di Kota Metro,” ungkap Wahdi.

 

Tentunya banyak orang yang akan bersekolah disini (Metro) baik itu perawat, bidan, dari itu kita butuh jejaring. Kita akan merasakan hasilnya, karena rumah sakit pendidikan utama itu bisa membentuk jejaring, kedepannya bisa bekerjasama dengan kabupaten-kabupaten lain, rumah sakit afiliasi khusus. Diharapkan untuk memberikan fasilitas kepada anak-anak kita dan harus ditempa dengan sistem belajarnya,” paparnya.

 

Selain itu, Wahdi juga ingin menjadikan RSU Jenderal Ahmad Yani Metro menjadi Center of knowledge sebuah laboratorium big lab yaitu laboratorium besar mendidik anak bangsa dan sumberdaya manusia sesuai dengan tematik pembangunan.

 

Maka itu, saya ingin membentuk lab site sebagai pusat pembelajaran, pengkajian dan pengembangan program serta kegiatan pelatihan pemberdayaan, artinya Kota Metro itu menjadi laboratorium pendidikan dalam hal semuanya,” jelas Wahdi.

 

RSU Jenderal Ahmad Yani Metro adalah sebagai Rumah sakit pendidikan tingkat utama fakultas kedokteran Universitas Malahayati dan juga Rumah Sakit pendidikan satelit Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila), Untuk diketahui dari perguruan tinggi manapun belajar disini RSU Jenderal Ahmad Yani Metro, baik itu perawat, bidan, lingkungan dan yang kita ingin adalah Center of knowledge, ini adalah laboratorium big lab yaitu laboratorium besar mendidik anak bangsa sumberdaya manusia sesuai dengan tematik pembangunan kita sumberdaya manusia, lingkungan, infrastruktur dan sebagainya,” tutur Wahdi.

 

Kabid Litbang Diklat RSUAY Metro, Singgih Pramono,S.Km

 

Sementara itu, Kabid Litbang Diklat RSUAY Metro, Singgih Pramono,S.Km ditempat yang sama saat diwawancarai time7newss.com, ia mengatakan pada kegiatan tersebut, Wali Kota Metro mengisi materi kuliah mahasiswa Koas fakultas kedokteran Universitas Malahayati.

 

Iya, Hari ini pak Wali mengisi materi selama 1 jam, yakni dari jam 11.00 sampai jam 12.00 WIB, setiap mahasiswa yang praktek di sini terutama anak kedokteran, beliau masih memberikan materi tentang Obgine (Obstetri dan Ginekologi). Karena pak Wali ini juga sebagai preceptor atau pembimbing dari mahasiswa,” ucap Singgih.

 

Koas atau dikenal juga dengan istilah Coass (co-assistant) ini diikuti oleh 46 mahasiswa atau Dokter Muda dari Universitas Malahayati Bandar Lampung yang mengikuti pekan orientasi Kepaniteraan Klinik di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Seluruhnya mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati berjumlah sekitar 300 mahasiswa dan yang sudah keluar menyelesaikan studi disini sekitar 150 mahasiswa,” jelas Singgih.

 

Lama pendidikan Coass dari mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Malahayati di RSU Jenderal Ahmad Yani sebagai rumah Sakit pendidikan utama jangka waktunya 18 bulan itupun kalau dia normal nggak ada masalah kalau ada masalah lebih lama lagi. Mahasiswa ini kan pendidikan profesi dokter mereka sudah sarjana kedokteran dan ini untuk ambil profesinya,” jelas Singgih.

 

Diakhir penyampaian, Kabid Litbang Diklat RSUAY Metro, Singgih Pramono,S.Km menjelaskan Coass mahasiswa fakultas kedokteran universitas Malahayati juga secara langsung dalam penanganan pasien di RSU Jenderal Ahmad Yani Metro.

 

Mahasiswa fakultas kedokteran tersebut disini juga kontak secara langsung dengan menangani pasien, karena suatu penanganan pasien kedepanya sangat penting bagi mahasiswa kedokteran, itu juga berlaku untuk perawat dan bidan,” pungkas Singgih.

 

Time7Newss.com (ADV).

 

 

Print Friendly, PDF & Email