Beranda Life style Ekonomi Deputi BI Perwakilan Provinsi Lampung Tony Noor Tjahjono : Jika Temukan Uang...

Deputi BI Perwakilan Provinsi Lampung Tony Noor Tjahjono : Jika Temukan Uang Palsu Segera Lapor

607
BERBAGI

Foto : Deputi BI Kepala Perwakilan Provinsi Lampung Tony Noor Tjahjono.


Time7Newss.com, Kota Metro.

Deputi BI Kepala Perwakilan Provinsi Lampung Tony Noor Tjahjono menyampaikan peredaran uang palsu terdeteksi pada pusat keramaian dan wilayah dengan pertumbuhan ekonominya yang berkembang pesat.

 

Hal ini dikatakan Tony Noor Tjahjono, saat diwawancarai time7newss.com usai melaksanakan Sosialisasi ciri keaslian uang rupiah dan penggunaan QRIS untuk transaksi pembayaran Non Tunai yang aman kepada paguyuban pedagang pasar se-kota Metro berlangsung di Halaman Kantor Dinas Perdagangan Kota Metro, Rabu (26/10/2022).

 

Uang palsu beredar di pusat-pusat keramaian tempat ekonomi yang berkembang pesat contohnya di Lampung yaitu Bandar Lampung dan Kota Metro,” ucapnya.

 

Berdasarkan catatan BI tahun 2022, Tony menjelaskan ditemukan uang palsu sebanyak 3.190 lembar.

 

Kebanyakan dengan pecahan besar nominal 100 dan pecahan 50 ribu rupiah,” jelasnya.

 

Lanjutnya, Bank Indonesia perwakilan Provinsi Lampung secara rutin melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

 

Deputi BI Kepala Perwakilan Provinsi Lampung Tony Noor Tjahjono, Kapolres Metro AKBP Yuni Iswandari Yuyun,S.Ik,.MH, Kepala Dinas Perdagangan Elmanani,S.Sos.,MM, Perwakilan Bank se-Kota Metro, Kapolsek Metro Pusat AKP Akhmad Pancarudin,SH,.MH.

 

 

BI tugasnya edukasi kepada masyarakat, kalau ada uang yang diragukan keasliannya bisa klarifikasi ke Bank Indonesia dan kepolisian,” ujarnya.

 

Masih dikatakan Deputi BI Kepala Perwakilan Lampung Tony Noor Tjahjono, pihaknya sangat mengapresiasi atas inisiatif Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Perdagangan dan Polres Kota Metro menyelenggarakan kegiatan edukasi dan sosialisasi ciri keaslian uang rupiah bekerjasama dengan Bank Indonesia.

 

Kami sangat mengapresiasi atas inisiatif dan langkah-langkah yang dilakukan Pemkot Metro melalui Dinas Perdagangan dan Polres Kota Metro menyelenggarakan kegiatan edukasi dan sosialisasi pada hari ini kepada masyarakat khususnya paguyuban pedagang pasar secara fisik ciri keaslian uang rupiah yang disambut antusias dengan sesi tanya jawab,” kata Tony.

 

Selain itu, Tony memaparkan Bank Indonesia memberikan edukasi dan sosialisasi melalui media sosial dan secara langsung kepada masyarakat.

 

Penyampaian sosialisasi dan edukasi BI melalui media sosial, seperti Instagram YouTube yang mempunyai informasi, video dan dokumentasi mengenai ciri keaslian uang rupiah, jadi ada beberapa cara mengedukasi masyarakat melalui digital dan hari ini kita sampaikan secara langsung kepada masyarakat,” paparnya.

 

Dijabarkan Tony, menurutnya identifikasi peredaran uang palsu yang ditemukan di Kota Metro berdasarkan data yang diperoleh BI hanya beredar di Lampung.

 

Dua lembar uang palsu pecahan 50 dan 100 ribu yang ditemukan, ternyata setelah diteliti dan berdasarkan data yang kami peroleh di BI, itu hanya beredar di Lampung. Artinya kemungkinan pencetakannya dan peredaran untuk case ini dengan penelitian kami bersifat lokal hanya di Lampung,” terang Tony.

 

Ditempat yang sama, Kapolres Kota Metro AKBP Yuni Iswandari Yuyun,S.IK,.MH menyampaikan langkah Polres Metro dalam mencegah peredaran uang palsu dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat.

 

Langkah Polres Kota Metro diawali dari kegiatan ini, karena pada saat itu saya mendapati informasi yang viral mengenai uang palsu, kami langsung menghubungi Bank Indonesia untuk berkenan melakukan sosialisasi mengenai ciri keaslian uang rupiah itu yang terutama, agar masyarakat mengerti dan bisa mengetahui yaitu dilihat, diraba dan diterawang itu cara mudah dan sederhana mengenali keaslian uang rupiah untuk masyarakat khususnya Kota Metro,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Kapolres Metro AKBP Yuni Iswandari menegaskan, Ia menghimbau kepada masyarakat apalagi menemukan uang palsu segera melapor ke aparat kepolisian setempat.

 

Jika menemukan lembaran uang rupiah dan menurut masyarakat diragukan keasliannya silahkan melapor kepihak Polres atau Polsek dan uang yang ditemukan itu jangan dibelanjakan, Nanti pihak Polres dan Polsek akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia, Dalam hal ini yang bisa menentukan keaslian uang rupiah tersebut yaitu pihak Bank Indonesia,” tegas Kapolres.

 

Kapolres Yuni Iswandari Yuyun sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia perwakilan Provinsi Lampung bertujuan agar masyarakat bisa lebih mengenali dan memahami keaslian uang rupiah.

 

Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini, Bank Indonesia datang kesini suatu hal luar biasa, juga kerjasama Polres Metro bersama Pemkot Metro melalui Dinas Perdagangan semoga kegiatan ini bermanfaat untuk selanjutnya kami akan menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat dan pedagang melalui Bhabinkamtibmas Polsek-polsek mendeteksi dini dan cegah penyebaran uang palsu dengan alat bantu sinar ultraviolet,” ucap Kapolres.

 

Saya menghimbau kepada masyarakat, mari bersama-sama harus tanamkan dihati kita yaitu cinta, bangga dan paham pada mata uang kita sendiri,” pungkasnya.

 

Kegiatan sosialisasi tersebut, dihadiri oleh
Deputi BI Kepala Perwakilan Provinsi Lampung Tony Noor Tjahjono, Kapolres Metro AKBP Yuni Iswandari Yuyun,S.Ik,.MH, Kepala Dinas Perdagangan Elmanani,S.Sos.,MM, Perwakilan Bank se-Kota Metro, Kapolsek Metro Pusat AKP Akhmad Pancarudin,SH,.MH, perwakilan Paguyuban Pedagang Pasar se-Kota Metro.

 

Time7Newss.com (Red).