Beranda Advetorial RSU Jenderal Ahmad Yani Metro Akan Resmikan Ruang Kemoterapi Kanker

RSU Jenderal Ahmad Yani Metro Akan Resmikan Ruang Kemoterapi Kanker

329
BERBAGI

Foto : Wadir pelayanan RSU Jenderal Ahmad Yani Metro, dr.Hasril Syahdu.


Time7Newss.com, Kota Metro.

Program pelayanan tahun 2023 RSU Jenderal Ahmad Yani Metro konsentrasi seputar KJSU (Kanker Jantung Stroke dan Uronefrologi) dengan jumlah pasien kanker terbilang cukup banyak yang ditangani di RSU Jenderal Ahmad Yani Metro.

 

Hal ini dikatakan dr.Hasril Syahdu Wakil Direktur Pelayanan mewakili Direktur RSU Jenderal Ahmad Yani dr Fitri Agustina, Ia menjelaskan program pelayanan pada tahun 2023 seputar KJSU (Kanker Jantung Stroke dan Uronefrologi) saat diwawancarai time7newss.com, Senin (27/03/2023).

 

Pelayanan RSU Jenderal Ahmad Yani tahun 2023 berhubungan dengan KJSU (Kanker Jantung Stroke dan Uronefrologi), sangat beralasan dikarenakan dengan melihat kondisi sekarang ini jumlah pasien kanker cukup lumayan banyak yang ditangani di tempat kita,” jelas Hasril.

 

Dalam hal ini, Hasril Wadir Pelayanan RSU Jenderal Ahmad Yani Metro juga mengungkapkan jumlah pasien kanker yang akan melakukan kemoterapi dengan daftar antrian yang cukup banyak.

 

Jumlah pasien kanker dalam antrian terbilang cukup lumayan banyak di tempat kita, bahkan untuk kemoterapi saja itu daftar tunggunya sampai 70 orang,” ungkapnya.

 

Selain itu, Hasril menyampaikan untuk penanganan kanker dengan kemoterapi nya tersebut sangat menjadi perhatian dan merupakan program kerja Wali Kota Metro serta Direktur RSU Jenderal Ahmad Yani Metro.

 

Penanganan kanker melalui kemoterapi nya tersebut sangat menjadi perhatian dan merupakan salah satu program kerja Wali Kota Metro dalam RPJMD dan sejalan dengan program kerja Direktur RSU Jenderal Ahmad Yani yang juga konsent dalam hal ini,” terangnya.

 

Wadir Pelayanan, RSU Jenderal Ahmad Yani Metro, dr Hasril Syahdu

 

Untuk mewujudkan Program tersebut, Selaku Wadir Pelayanan RSU Jendral Ahmad Yani Metro, Hasril menegaskan sebagai tugasnya memberikan pertimbangan teknis dan menjalankan program kerja yang sudah digariskan di RPJMD.

 

Selaku Wadir Pelayanan adalah memberikan pertimbangan dan menjalankan nya Untuk mewujudkan program yang sudah digariskan di RPJMD,” paparnya.

 

Masih Dikatakan Hasril, ia juga menjelaskan akan meningkatkan program yang sudah ada untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

Berhubungan dengan pelayanan penyakit ginjal, ruangan HD baru kita akan menambah 28 mesin baru, dikarenakan mesin yang ada saat ini berjumlah 17 mesin masih belum bisa membackup penderita penyakit gagal ginjal kronis. Itu yang akan kita munculkan kembali untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat Metro dan seputarnya,” jelasnya.

 

Ketika kemoterapi terpadu ini bisa berjalan dengan baik dan selanjutnya terwujud Hemodialisa dengan penambahan beberapa mesin untuk membangun meningkatkan dan menaikkan kembali program yang sudah ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asril juga mengungkapkan beberapa program RSU Jenderal Ahmad Yani Metro yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

 

Dimana masyarakat yang notabene merupakan pasien RSU Jenderal Ahmad Yani bisa merasakan program-program seperti URC rencananya untuk mengambil pasien-pasien yang Inpartu atau melahirkan adalah pemilik kartu PBI Daerah, dimana memberikan pelayanan dari tempat tinggal pasien ke RSU Jenderal Ahmad Yani begitu juga sebaliknya dengan program MAPS (Mobil Antar Pulang Sehat) mobil ini berlaku general seluruh pasien termasuk pasien yang ada di Kota Metro, sementara ini kita hanya bisa mengcover hanya wilayah Metro yang merupakan pasien dari RSU Jenderal Ahmad Yani Metro, itu program-program yang kita giatkan di tahun 2023,” jelas Asril.

 

Dikatakan Asril, untuk Kemoterapi di RSU Jenderal Ahmad Yani, Pasien-pasien kanker rata-rata tiga puluh persen (30%) dari Kota Metro dan tujuh puluh persen (70%) nya dari luar Kota Metro.

 

Fasilitas Radioterapi masih dalam perencanaan dikarenakan memerlukan finansial yang cukup besar dan menjadi pertimbangan untuk mewujudkan nya, dimana telah masuk tahap pengkajian untuk membangun fasilitas ruangan radioterapi, dikarenakan butuh bunker sehingga sinar laser tidak menyebar kemana-mana,” jelasnya.

 

Radioterapi adalah seperti sinar laser tapi hanya daerah kanker saja yang di lokalisir dan itu sudah masuk tahap studi banding, dokternya juga sudah siap, untuk membangun radioterapi butuh bunker, alat tersebut diletakkan di bunker sehingga aman untuk sinar laser tidak terkena sekeliling nya,” tuturnya.

 

Diungkapkan Wadir pelayanan pasien Kanker rata-rata menggunakan BPJS Kesehatan. “Pasien penderita kanker rata-rata menggunakan BPJS kesehatan, karena kita sudah 99,07 persen, kita juga mendapatkan piagam penghargaan UHC BPJS Kesehatan RI,” pungkasnya.

 

Time7Newss.com (ADV).

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email