Beranda Bandar Lampung dr.Agung Budi Prasetiyono : Idul Adha Sebagai Bentuk Syukur Kepada Allah SWT

dr.Agung Budi Prasetiyono : Idul Adha Sebagai Bentuk Syukur Kepada Allah SWT

385
BERBAGI

Foto : dr.Agung Budi Prasetiyono, SpPD.MKesFINASIM bersama staf dan karyawan klinik Ciko saat penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1446 H.


Time7Newss.com, Kota Metro.
Allohu akbar..Allohu akbar..Allohu akbar, Gema takbir telah berkumandang, Hari Raya Idul adha telah tiba, tidak hanya umat muslim yang menyambut gembira,semua lapisan masyarakat menyambut gembira,terbayang akan kegembiraan dimana pada hari raya Idul adha umat muslim yang mampu dan mau dianjurkan untuk berkurban sesuai dengan kisah yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan disebutkan dalam Al Qur’an.
Berikut adalah beberapa ayat Al-Quran
yang terkait dengan kewajiban
berkurban: QS. Al-Hajj (22:34):
Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka...”
QS. Al-Hajj (22:37): “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya…”
Ayat-ayat tersebut menunjukkan pentingnya berkurban sebagai bentuk ibadah dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dalam Islam, berkurban dilakukan pada hari raya Idul Adha sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Sehingga di hari yang bahagia ini yaitu tepat di tgl 10 Dzulhijjah umat terbagi dua kelompok besar yaitu kelompok pengkurban dan penerima kurban, tetapi ini bukanlah pembeda karena justru hal inilah yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil allamin dimana kegembiraan hari raya ini dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
Masjid dan mushola membagikan kegembiraan dengan membagikan daging kurban kepada masyarakat di sekitarnya, Pada hari ini insyaalloh tidak ada yang bersedih,senyum gembira di semua lapisan masyarakat, Dan pada bulan ini juga sebagian masyarakat Indonesia juga melaksanakan ibadah haji sebagai wujud pelaksanaan rukun islam yang ke 5.
Seperti diketahui dalam pelaksanaan
ibadah haji terdapat DAM yang harus
dibayarkan saat melaksanakan rukun
dan wajib haji dan ada wacana untuk
penyembelihan DAM bisa di tanah air.
Hal ini menarik terkait dengan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin dan juga sebagai kajian Islam kontemporer dan pendekatan maqasid syariah dalam hal muamalah, Semoga tahun depan pelaksanaan DAM di tanah air bisa terlaksana sebagai wujud bahwa Islam adalah agama rahmatan lil allamin.
Allohu akbar..Allohu akbar..Allohu akbar..Allohu akbar walillah ilham.
dr.Agung Budi Prasetiyono,SpPD.MKesFINASIM
Mahasiswa program Doktoral UIN
JUSILA
(Direktur Klinik Ciko Metro)