Foto : Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza dan Wakil Wali Kota Metro Rafieq Adi Pradana saat kunjungan ke peternakan Telaga Rizqi di Kelurahan Yosodadi Metro Timur.
Time7Newss.com, Kota Metro.
Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza, menilai Telaga Rizqi sebagai contoh nyata model ekonomi kreatif yang sukses.
Hal ini diungkapkan Rycko Menoza didampingi Wakil Wali Kota Rafieq Adi Pradana saat melakukan kunjungan ke Telaga Rizqi di kelurahan Yosodadi Kecamatan Metro Timur Kota Metro, Kamis (09/10/2025).
Rycko menyampaikan kunjungan tersebut memiliki makna penting bagi perkembangan ekonomi kreatif di Lampung.
“Kunjungan ini memperkuat posisi Kota Metro sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif yang menonjol di Provinsi Lampung. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Metro tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan, tetapi juga sebagai kota yang produktif, kreatif, dan mandiri dalam mengembangkan potensi lokalnya,” ucapnya.

Selain itu, Rycko berujar, Kolaborasi menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara berbagai pihak, antara pemerintah, DPR RI, dan pelaku usaha kreatif di daerah,” ungkapnya.
Ditegaskan Rycko, Hal ini menunjukkan bagaimana semangat wirausaha, didukung oleh program kemitraan, dapat menciptakan usaha yang inovatif dan berhasil.
Rycko Menoza secara langsung melihat dan mengapresiasi proses pengelolaan peternakan kambing yang terintegrasi di Telaga Rizqi.
Proses ini meliputi seluruh rantai produksi, dari perkembangbiakan, pemrosesan susu cair, hingga diolah menjadi produk kering (bubuk). Ini merupakan contoh konkret dari praktik bisnis yang efisien dan berkelanjutan.
“Telaga Rizqi fokus pada peternakan kambing perah, dengan produk utama berupa susu kambing murni dan olahannya, Ini menunjukkan bagaimana sektor agrikultur bisa diintegrasikan dengan ekonomi kreatif melalui inovasi produk,” tuturnya.
Adapun, Dampak terhadap masyarakat lokal Keberhasilan Telaga Rizqi juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar.
“Ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan, dan menciptakan lapangan kerja baru, yang sejalan dengan tujuan pengembangan ekonomi kreatif,” ucapnya.
Menurutnya, keberhasilan Telaga Rizqy tidak lepas dari peran pelaku usaha yang mampu memanfaatkan potensi lokal secara maksimal seperti produksi pakan ternak yang dibuat sendiri oleh Winarko Heri Setiono menjadi salah satu bentuk inovasi.
“Unsur ekonomi kreatifnya sangat kuat. Mereka bisa menghasilkan bahan baku pakan sendiri untuk kambing. Jadi saya kira ini kan perlu mendapatkan perhatian, Jadi ini menjadi catatan saya,” ujarnya.

Rycko juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia yang telah membantu penyediaan beberapa mesin pendukung dan hal ini harus terus diperkuat di Kota Metro agar keberlanjutan usaha dapat terjamin.
“Dengan melihat ini, saya akan mengusulkan ke Kementerian Perindustrian terkait apa yang dibutuhkan supaya proses produksi tidak berhenti di sini, tapi benar-benar bisa masuk dan bisa dipasarkan secara luas,” jelasnya.
Perluasan pasar, menurutnya saat ini menjadi langkah penting berikutnya, untuk mendukung produk lokal seperti susu kambing etawa yang memiliki potensi besar untuk masuk ke pasar nasional bahkan ekspor, jika difasilitasi dengan baik.
“Kita dorong supaya pelaku usaha ini aktif mengikuti pameran-pameran ekonomi kreatif sehingga bisa dipertemukan dengan para pembeli dan supplier sehingga bisa terbangun jejaring pemasaran dengan para pengguna khusus,” tandasnya.
Lebih lanjut, Rycko Menoza mengatakan bahwa susu etawa dapat berkolaborasi dengan program nasional Makan Bergizi (MBG) untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat melalui produk lokal.
“Susu kambing sangat bergizi dan cocok sebagai alternatif untuk anak-anak, serta memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan susu sapi,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pelaku ekonomi kreatif industri lokal, seperti Telaga Rizqy. Bentuk dukungan tersebut meliputi bantuan dari segi anggaran dan promosi agar produk-produk lokal, seperti susu etawa, bisa terus berkembang.
“Tantangan utama yang dihadapi oleh pemerintah daerah dalam pengembangan produk lokal susu etawa di Kota Metro adalah keterbatasan peralatan produksi, produsen lokal hanya mampu memproduksi susu bubuk, sementara pasar modern lebih banyak mencari susu cair, ini menjadi kendala utama dalam memperluas pasar ke sektor ritel yang lebih besar,” ungkapnya.
Rafieq menyampaikan upaya pemerintah daerah untuk mendapatkan bantuan alat produksi dari Kementerian Perindustrian sempat tertunda karena adanya efisiensi anggaran di tingkat kementerian. Meskipun demikian, pemerintah daerah tetap berupaya merealisasikan bantuan tersebut pada tahun 2026.
“Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah daerah Kota Metro telah melakukan berbagai upaya, antara lain
memberikan dukungan anggaran dan promosi, Pemerintah daerah terus berupaya mendukung pengembangan produk lokal, termasuk susu etawa, melalui alokasi anggaran dan bantuan promosi,” jelasnya.
Masih disampaikan Wakil Wali Kota Rafieq, Pemerintah telah menjalin komunikasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk memperkuat dukungan bagi pelaku industri kecil dan menengah.
“Pemerintah daerah telah mengajukan permohonan bantuan alat produksi susu cair kepada Kementerian Perindustrian dan berupaya merealisasikan bantuan alat meskipun sempat tertunda, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berupaya agar bantuan alat produksi susu cair bisa terwujud pada tahun 2026,” tutupnya.
Time7Newss.com (ADV).






