Beranda Kota Metro Wali Kota Wahdi Hadiri Acara Melasti dan Taur Kesanga Jelang Perayaan Hari...

Wali Kota Wahdi Hadiri Acara Melasti dan Taur Kesanga Jelang Perayaan Hari Raya Nyepi

416
BERBAGI

Foto : Wali Kota Wahdi saat memberikan sambutan dikegiatan Melasti dan Taur Kesanga jelang perayaan Hari Raya Nyepi.


Time7Newss.com, Kota Metro.

Wali Kota Metro dr.Wahdi,Sp.OG (K) atas nama Pemerintah Kota Metro mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 kepada Umat Hindu dan berharap pada perayaan Nyepi tahun ini umat Hindu mendapatkan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan Hari Raya Nyepi ini mempunyai makna bahwa bagaimana kita hidup dengan keberagaman dan dinamika. Keberagaman juga menekankan bahwa setiap agama menekuni agamanya masing-masing. Sehingga terbentuk silahturahmi dan toleransi serta saling menghargai,” ucap Wahdi.

 

Hal ini dikatakan Wali Kota Wahdi Siradjuddin saat menghadiri acara Melasti dan Taur Kesanga yang digelar Umat Hindu dalam rangka menjelang Perayaan Hari Raya Nyepi. Kegiatan tersebut berlangsung di Pura Giri Natha kelurahan Margorejo Kecamatan Metro Selatan Kota Metro, Rabu (2/03/2022).

 

Wali Kota Metro dr.Wahdi,Sp.OG (K) didampingi Kadishub Kota Metro I Gede Made Suwanda 

 

Dikatakan Wahdi, ia menuturkan Perayaan Nyepi tahun ini penting bagi semua umat untuk tetap menjaga keharmonisan dan keberagaman. Selain itu juga sikap toleransi dan menghormati.

 

Moderasi beragama di Metro sangat baik sekali. Setiap pemeluk agama menjalankan agamanya masing-masing. Nah di perayaan Nyepi ini penting kita menjalankan sikap keberagaman, keharmonisan dan toleransi serta saling menghormati,” tuturnya.

 

Ditempat yang sama, Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Metro, Ir. Ketut Suarsa, ia menjelaskan dalam rangkaian perayaan Nyepi diawali dengan acara Melasti dan Taur Kesanga. Selain itu, Ketut Suarsa juga mengatakan, acara Melasti merupakan pensucian Buana Alit (manusia) dan Buana Agung (alam semesta).

 

Buana Alit itu mensucikan lahir batin sebagai manusia dan Buana Agung itu mensucikan alam semesta. Nah pada perayaan Nyepi ini juga digelar acara Taur Kesanga. Taur Kesanga ini melakukan penetralisasi dan mengharmonisasi alam lingkungan,” terangnya.

 

Lebih lanjut, Ir.Ketut Suarsa mengungkapkan, pada perayaan Nyepi dilakukan 4 tantangan. Diantaranya Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan. Pada Amati Geni ini umat Hindu tidak boleh menyalakan api, lampu dan benda elektronik lainnya. Lalu, Amati Karya untuk tidak diperbolehkan bekerja dan Amati Lengan ini tidak boleh bepergian. Sementara ini Amati Lelanguan ini tidak diperbolehkan bersenang-senang.

 

Pada perayaan Nyepi ini mudah-mudahan kita dapat berkontribusi dalam menekan pandemi Covid-19 saat ini. Seperti Amati Geni tidak menghidupkan api, Amati Karya tidak bekerja, Amati Lelungan ini tidak bepergian dan Amati Lelanguan ini tidak bersenang-senang,” tutupnya.

Time7Newss.com (Red).