Beranda Lampung Miris.. Lansia Hidup Dari Belas Kasih Tetangga

Miris.. Lansia Hidup Dari Belas Kasih Tetangga

286
BERBAGI

Foto : Samanta (77) Pria lanjut Usia (lansia) sedang membuat rangkai gubuk bakal tempat tinggal di Pekon Gunung Kasih Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus.


Time7Newss.com. Pugung, Tanggamus.

Sungguh Sangat memprihatinkan, Nasib Samanta (77) thn seorang pria paruh baya, yang selama ini hidupnya hanya bergantung pada belas kasih para tetangga, karena dia tidak memiliki apapun yang dapat dia kelola sebagai sumber penghasilan untuk menyambung hidupnya. Untuk diketahui, Samanta tinggal di Pedukuhan Suka Sari Pekon Gunung Kasih Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus.

 

Ketika dijumpai awak media pada Selasa 10 Januari 2023, disebuah gubuk kerangka, Samanta mengatakan, “Selama kurang lebih dua setengah tahun ini saya tinggal numpang dirumah saudara, karena rumah saya roboh ambruk dan tidak bisa ditempati lagi,” ucapnya.

 

Masih diungkapkan Samanta, “Saat ini saya ingin membuat tempat tinggal lagi, namun saya tidak mampu karena terlalu minimnya keadaan saya, Sedangkan untuk makan sehari-haripun saya selalu diberi dari saudara dan tetangga. sekarang ini saya sedang membuat rangkai gubuk, itupun karena uluran tangan dari mereka yang merasa kasihan kepada saya,” jelasnya.

 

Selain itu, Samanta juga mengatakan bahwa sang istri sudah meninggal sejak dua setengah tahun yang lalu.

 

Saya tidak memiliki anak dari pernikahan saya, adapun saya memiliki anak angkat, tapi sekarang dia sudah berumah tangga dan saya tidak ingin merepotkan dia.Karena keadaannya juga tidak punya, dia juga buruh serabutan yang penghasilanya tidak tentu, kadang dapat kadang tidak,” kata Samanta.

 

Samanta mengaku, bahwa dirinya mendapat bantuan Lansia dari Pemerintah Pekon.

Kalau untuk bantuan dari Pemerintah Pekon, saya memang dapat bantuan lansia dan harapan saya kepada Pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Tanggamus, agar dapat memperhatikan orang seperti saya, untuk tempat tinggal kami, apa lagi sekarang ini kami tidak memiliki tempat tinggal, dikarenakan gubuk kami roboh rata dengan tanah. Saat ini kami numpang dirumah saudara yang kebetulan kosong karena pemiliknya sedang kerja di Jakarta,” harapnya.

 

Ditempat yang sama, Disampaikan Wahyudi (42) tahun, salah satu tetangga, ia membenarkan kehidupan Samanta (77) selama ini sangat memprihatikan.

 

Dia (Samanta), tidak memiliki penghasilan dan juga mengingat usianya juga sudah tua,” ujarnya.

 

Sementara itu, Saebi sang anak angkat, ia juga mengatakan bahwa kehidupan bapak Samanta selama ini memang sangat memprihatinkan.

 

Penghasilan saya sebagai buruh serabutan yang tidak tentu hasilnya, jangankan untuk membuat rumah, untuk makan sehari-hari pun kami selalu kesusahan dan dibantu sama saudara juga tetangga sekitar,” tutupnya.

 

Time7Newss.com, (Yuntina)