Beranda Advetorial Workshop Diseminasi Program Wash In HCF, Upaya Pencapaian SDGs

Workshop Diseminasi Program Wash In HCF, Upaya Pencapaian SDGs

37
BERBAGI

Foto : Workshop Diseminasi Program Wash In HCF, Hotel Horison Bandar Lampung.


Time7Newss.com, Bandar Lampung.

Workshop “Diseminasi Hasil Program WASH in HCF”, berlangsung pukul.08.00 WIB bertempat di Hotel Horison Bandar Lampung Jalan Kartini No.88 Palapa Kec. Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, Rabu, 24/08/2022.

 

Program Water Access Sanitation, and Hygine in Health Care Facilities (WASH in HCF) merupakan program peningkatan layanan air, sanitasi dan kebersihan yang inklusif di fasilitas kesehatan.

 

Program ini merupakan kerjasama antara YKWS dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Pemerintah Kota Metro didukung oleh SNV dan SIMAVI. Program WASH in HCF sejalan dengan upaya pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs) point 6 (enam).

 

Workshop Diseminasi Program Wash In HCF, Hotel Horison Bandar Lampung.

 

Kegiatan Workshop tersebut dilaksanakan secara hybrid (Kombinasi offline dan online) dan selama kegiatan workshop akan dilaksanakan kegiatan pameran/Poster presentation dari 9 puskesmas pelaksana program WASH in HCF.

 

Direktur YKWS Lampung Febrilia Ekawati mengatakan Program Wash In HCF sudah berjalan sejak Maret 2021 hingga Agustus 2022, telah memperoleh hasil dan pembelajaran baik yang bisa disebarluaskan kepada publik.

 

Program Wash in HCF dilaksanakan dengan prinsip partisipatif. Pada pelaksanaannya melibatkan partisipasi masyarakat (kelompok perempuan, penyandang disabilitas, pemuda dan jurnalis) dalam proses peningkatan pelayanan di Puskesmas,” terang Febri.

 

Direktur YKWS Lampung Febrilia Ekawati bersama Direktur Perumahan kawasan dan permukiman Kementerian PPN/Bappenas, Tri Devi Virgiyati, Kadis Kesehatan Kota Metro Erla Andrianti, serta Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung.

 

Lebih lanjut, Febrilia mengungkapkan program Wash In HCF bertujuan untuk meningkatkan pelayanan sanitasi air yang inklusif.

 

Berjalan dari bulan Maret 2021, banyak capaian yang diperoleh dan perlu diseminasi disebarluaskan kepada khalayak umum bukan hanya pada faskes atas pencapaian program Wash In HCF,” jelasnya.

 

Disampaikan Febrilia Ekawati, ia mengatakan bahwa program Wash In HCF mengikutsertakan kelompok masyarakat dan semua pihak, seperti disabilitas.

 

Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Bandarlampung dan Kota Metro dan semua pihak, Mudah-mudahan program ini terus berkelanjutan dan dikembangkan, Semoga Wash In HCF ini Kedepannya menjadi panduan dalam pengelolaan sanitasi air yang inklusif dan bisa terimplementasikan ke publik,” jelas Febrilia.

 

Perwakilan YKWS Lampung Bambang Pujiatmoko Bersama Kadis Kesehatan Kota Metro Erla Andrianti saat Kunjungi Pameran/Poster presentation dari 9 puskesmas pelaksana program WASH in HCF.

 

Sementara itu, Rizki Pandu Permana, Country Director SNV Indonesia, dalam hal ini pihaknya mengucapkan terimakasih kepada YKWS dan semua pihak telah mendukung program yang komperhensif untuk mencapai SDGs.

 

Terimakasih kepada YKWS dan semua pihak yang telah berkontribusi mendukung program Wash In HCF. Meningkatkan kemitraan dan kapasitas kemitraan melalui Wash In HCF, SNV telah melakukan survei dasar dimana lebih dari 80 % sanitasi air atau wash memiliki layanan yang terbatas,” jelasnya.

 

Kurangnya perhatian kita terhadap kesetaraan gender, untuk itu SNV bekerjasama dengan YKWS meningkatkan pelayanan wash tersebut, melalui program yang komperhensif, untuk mencapai SDGs,” kata Rizki.

 

Terimakasih kepada semua kepala Puskesmas yang sudah mendukung dan mendorong berjalannya program ini, dan terimakasih atas kolaborasinya mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

 

Direktur Perumahan kawasan dan permukiman Kementerian PPN/Bappenas, Tri Devi Virgiyati

 

Dikesempatan ini, Direktur Perumahan kawasan dan permukiman Kementerian PPN/Bappenas, Tri Devi Virgiyati, ia mengungkapkan apresiasi serta mendorong program Wash In HCF kedepannya bermanfaat dengan target akses sanitasi air minum aman dan layak.

 

Program Wash In HCF diimplementasikan dengan pengkajian yang bermanfaat. Harus bermitra dengan Pemerintahan daerah untuk mensukseskan program pembangunan Pemerintah Pusat, terimakasih kepada semua pihak dan Stakeholder yang telah berjalan, terkait dengan Wash merupakan kebutuhan dasar yang setiap hari digunakan terutama air,” ucapnya.

 

Dijelaskan Tri Devi, menurutnya kualitas sumberdaya manusia Indonesia harus mampu berdaya saing dengan negara-negara lain.

 

Kualitas sumberdaya manusia Indonesia harus mampu berdaya saing dengan negara-negara di dunia, terutama konsen kita dimana kualitas air minum belum sesuai standar Kemenkes dan hal ini harus terus terpantau, Praktek BAB sembarangan masih sangat tinggi, PHBS masih minim. Selain itu, Untuk Wash Kedepannya target akses sanitasi air minum aman dan layak,” ucapnya.

 

11,8 persen yang aman dan tidak tercemar ekoli, perhatian yang besar terhadap wash ini mengelola resiko kontaminasi pencemaran limbah, bisa berkembang dan efektif dimulai dengan air minum rumah tangga dengan sumber yang baik. Strategi atau perluasan daerah mengenai sanitasi air, hal ini bisa diimplementasikan dengan pengkajian yang bermanfaat,” ucapnya.

 

Lanjut Tri Devi, ia mengatakan kegiatan tersebut telah berjalan dan diselenggarakan sangat baik.

 

Mempelajari bentuk layanan sanitasi air yang diimplementasikan dalam program kerja dibeberapa kabupaten/kota dan mendapat apresiasi dari Pemkot Bandar Lampung dan Kota Metro dengan adanya program Wash In HCF,” tutupnya.

 

Perwakilan Kota Metro saat pemaparan Desiminasi Wash In HCF

 

Narasumber Workshop berasal dari unsur Kementerian Kesehatan, Kementerian Bappenas, WHO, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Dinas Kesehatan Kota Metro, Perwakilan Puskesmas pelaksana Kota Bandarlampung dan Perwakilan Puskesmas pelaksana Kota Metro.

 

Workshop Wash In HCF difasilitasi oleh Fasilitator Nasional yang dibantu oleh Co Fasilitator. Workshop dilaksanakan dengan prinsip partisipatory dalam bentuk panel diskusi dan diskusi pleno.

 

Peserta kegiatan Workshop berjumlah 152 orang yang terdiri dari unsur Kementerian Kesehatan, Kementerian Bappenas, WHO, Bappeda Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas PU Provinsi Lampung, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandarlampung dan Metro, PUSKESMAS Pelaksana Program di Kota Bandarlampung dan Metro serta Perwakilan Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas PU kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

 

Time7Newss.com (Red/Advetorial).

 

 

Print Friendly, PDF & Email