Foto : Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso saat menghadiri kegiatan Penilaian Akreditasi Institusi Penyelenggaraan Pelatihan bidang kesehatan RSUD A Yani Metro.
Time7Newss.com, Kota Metro.
Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso mengatakan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi kesehatan, dan munculnya berbagai jenis penyakit baru, SDM Kesehatan Kota Metro termasuk yang rumah sakit kita harus senantiasa di-upgrade ilmu dan pengetahuannya. Diklat yang terakreditasi adalah jawabannya, ini beberapa hal yang melatarbelakangi perlunya Lembaga diklat di Kota Metro.
Hal ini diungkapkan Wali Kota Metro saat membuka kegiatan Penilaian Akreditasi Institusi Penyelenggaraan Pelatihan bidang kesehatan bertempat di Aula Diklat RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, Selasa (11/11/2025).
”Atas Nama Pemerintah Kota Metro, saya mengucapkan Selamat Datang di Kota Metro Bumi Sai Wawai dan terima kasih atas waktu dan kesediaan untuk melaksanakan penilaian di rumah sakit kebanggaan kami ini, ” ucap Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota Metro H. Bambang Upaya peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan ini sejalan dengan cita-cita luhur bangsa kita, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Alinea Keempat, yaitu untuk “mencerdaskan kehidupan bangsa.
Selain itu, Wali Kota Bambang juga menuturkan dalam ajaran agama Islam, kita mengenal istilah “Iqro'” yang berarti “Bacalah atau membaca”.
“Membaca adalah simbol dari proses belajar yang berkelanjutan. Maka, jika kita analogikan dalam konteks rumah sakit, “membaca” atau “belajar” bagi pegawai adalah dengan melaksanakan atau mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) bidang kesehatan,” ungkapnya.

Masih dikatakan Wali Kota, Akreditasi ini bukan sekadar formalitas, namun merupakan langkah awal yang strategis untuk memastikan bahwa mutu dan standar pelatihan di lingkungan rumah sakit kita nantinya berada pada kualitas terbaik.
”Kami sangat berharap, jika Lembaga Diklat RSUD Jenderal A. Yani Metro telah terakreditasi, nantinya dapat
meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan, dengan menyelenggarakan pelatihan berkualitas dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Sumber Daya Manusia kesehatan, ‘ ujarnya.
Selain itu, dikatakan Wali Kota, Peningkatan SDM ini tidak hanya ditujukan untuk pegawai internal rumah sakit saja, namun juga dapat diperluas hingga mencakup tenaga kesehatan di Puskesmas, bahkan dari luar wilayah yang membutuhkan.
”Pelaksanaan pelatihan yang terakreditasi ini dapat menjadi sumber pendapatan fungsional bagi rumah sakit, yang pada akhirnya akan kembali digunakan untuk perbaikan layanan, ” tandasnya.
Wali Kota berpesan kepada seluruh jajaran RSUD Jenderal A. Yani Metro dan mengucapkan selamat berproses dalam penilaian akreditasi bidang kesehatan tersebut.
”Semoga segala persiapan dan kerja keras yang telah dilakukan membuahkan hasil yang terbaik dan membanggakan, ” ucap Wali Kota.

Sementara itu, Direktur RSUD Jend A Yani Metro, dr. Fitri Agustina menjelaskan visi RSUD A Yani tentunya sejalan dengan Visi Kota Metro yaitu Metro Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius.
”Dalam mewujudkan visi Kota Metro tersebut, RSUD Jend A Yani Metro melaksanakan misi membangun SDM yang unggul, Adaktif dan berkarakter serta meningkatkan profesionalisme dan pelayanan publik yang prima, ” ucapnya.
Pihak berkomitmen dalam bidang kesehatan, RSUD A Yani Metro maksimal dalam peran memberikan pelayanan publik.
”Kami memiliki kewajiban dalam memastikan pengembangan kompetensi sumber daya manusia berdasarkn PP nomor 49 tahun 2018 dan peraturan nomor 15 tahun 2020 yaitu minimal 20 SKP bagi tenaga PNS dan 24 jp bagi tenaga P3K, ” pungkasnya.
Hadir pada kegiatan tesebut, Wali Kota Metro, Direktur Mutu SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Ketua Tim Penilai Akreditasi Lembaga dan Para Assesor, Ketua dan Anggota Dewan Pengawas RSUD Jend. A. Yani Metro, Kepala BPKAD Kota Metro, Kadis Kesehatan Kota Metro, Dir. RSUD A. Yani, Wadir I dan II beserta jajaran.
Time7Newss.com (ADV).






