Beranda Advetorial Kota Metro Berpeluang Jadi Tuan Rumah Cabor Kurash di PON 2032

Kota Metro Berpeluang Jadi Tuan Rumah Cabor Kurash di PON 2032

129
BERBAGI

Foto : Cabor Kurash.


Time7Newss.com, Kota Metro.
Peluang Kota Metro menjadi tuan rumah salah satu cabang olahraga (cabor) Kurash pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 kian menguat.
Hal ini menyusul hasil tinjauan langsung tim KONI Pusat beberapa waktu lalu yang menyatakan salah satu venue di Kota Metro telah memenuhi syarat penyelenggaraan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kota Metro, Subehi, mengungkapkan bahwa cabor Kurash menjadi yang paling berpotensi digelar di Metro setelah melalui proses survei awal.
“Untuk sementara yang hampir bisa dipastikan adalah cabor Kurash. Tim KONI Pusat sudah meninjau langsung dan menyatakan Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai memenuhi syarat sebagai venue pertandingan,” ujar Subehi, Senin (20/4/26).
Meski demikian, kepastian final masih menunggu surat keputusan resmi dari KONI Pusat.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro telah menggelar rapat koordinasi awal dalam rangka persiapan menyambut PON 2032.
Dalam forum tersebut, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menunjukkan antusiasme tinggi dengan langsung mengusulkan daerahnya sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan cabor.
Kehadiran langsung kepala daerah dalam forum itu menjadi sorotan tersendiri. Pasalnya, sebagian besar daerah lain hanya diwakili oleh perwakilan, sementara Wali Kota Metro hadir secara langsung. Hal ini pun mendapat apresiasi dari KONI Pusat dan mendorong dilakukannya peninjauan ke Kota Metro.
Selain Kurash, Pemkot Metro juga mengusulkan sejumlah cabor lain yang dinilai berpotensi digelar. Di antaranya sepak bola wanita yang direncanakan berlangsung di Stadion Tejosari. Subehi menyebut stadion tersebut memiliki potensi besar dan telah dikomunikasikan dengan pihak tim KONI Pusat.

 

Foto : Kepala Disporapar Ekraf Kota Metro, Subehi.
Sementara itu, untuk cabang renang yang direncanakan di Kolam Renang Tejosari, masih terdapat sejumlah persyaratan teknis yang perlu dipenuhi. Salah satunya adalah penambahan jumlah lintasan dari delapan menjadi minimal sembilan lintasan.
“Pak Wali menyatakan kesiapan jika memang fasilitas tersebut ditetapkan untuk digunakan. Artinya, perbaikan dan penyesuaian akan diupayakan,” jelasnya.
Terkait pembiayaan peningkatan fasilitas dan perawatan venue, Subehi mengaku pihaknya masih menunggu kejelasan mekanisme pendanaan, apakah berasal dari anggaran pemerintah daerah atau dukungan dari pemerintah pusat.
Di sisi lain, jika Metro resmi ditunjuk sebagai tuan rumah salah satu cabor, dampak positif diyakini akan dirasakan luas oleh masyarakat. Selain menjadi kebanggaan daerah, perhelatan ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas, terutama melalui penjualan produk-produk khas dan suvenir bertema PON.
Disporaparekraf Kota Metro menyatakan kesiapan untuk terus melakukan pembenahan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun pembinaan atlet. Dalam waktu dekat, persiapan juga akan difokuskan melalui ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 sebagai bagian dari seleksi atlet menuju PON 2032.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan KONI daerah untuk mempersiapkan atlet dan memastikan kesiapan Metro jika dipercaya menjadi tuan rumah,” pungkas Subehi.
Time7Newss.com (ADV).