Foto : Rembuk Stunting tingkat kelurahan se-kecamatan Metro Timur.
Time7Newss.com, Kota Metro.
Rembuk Stunting tingkat kecamatan dalam rangka pramusyawarah kelurahan/desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kelurahan dan persiapan tahun 2022 kota Metro yang telah ditetapkan lokasi fokus (lokus) Stunting oleh kementerian Bappenas.
Hal tersebut disampaikan, Kabid Sosial Budaya dan Pemerintahan Bappeda, Ika Yuniarti, S.TP,.M.P.P.M.Eng,
“Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang meliputi perencanaan dan koordinasi pembangunan bidang sosial budaya dan pemerintahan,” ucap Ika saat diwawancarai time7newss.com, Senin (20/12/2021).

Dikatakan Ika, Kegiatan ini dalam rangka menindaklanjuti hal tersebut, saat ini disetiap kelurahan harus melakukan rembuk stunting bertujuan membangun komitmen, dimana sudah harus sama persepsi masing-masing stakeholder dari mulai tingkat Camat, Lurah,Tim penggerak PKK, LPM, kader pendampingan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tim pendampingan kelurahan.
Rembuk Stunting tingkat kelurahan berlangsung di Aula Kecamatan Metro Timur. Dalam kegiatan dibahas rencana tahun 2022 dan persiapan Musrenbang Kelurahan, sesuai dengan jadwal akan diadakan dibulan januari diawal tahun 2022 dan merupakan salah satu rangkaian pramusyawarah kelurahan/desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kelurahan tahun berikutnya.
“Diselenggarakannya Rembuk ini diakhir bulan Desember supaya nantinya masing-masing stakeholder yang terlibat dalam Musrenbang sudah paham dengan apa yang menjadi pembahasan,” ucap Ika.
Lebih lanjut dikatakan Kabid Sosbud Pemerintahan, Ika Yuniarti menyampaikan, pada usulan musrenbang bukan hanya yang bersifat fisik, usulan non fisik seperti sosial, kesehatan dan Stunting juga menjadi prioritas.
“Hal tersebut untuk mempertemukan para stakeholder supaya mempunyai pemahaman yang sama, bersama-sama ikut membantu percepatan penurunan Stunting diwilayahnya masing-masing,” papar Ika.
Selain itu, Ika juga menjelaskan terkait data Stunting di Kota Metro, ia menerangkan, “Untuk data mikro ada diwilayah puskesmas masing-masing wilayah. Menurut data terakhir berdasarkan informasi status gizi pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) Kota Metro ada dikisaran 9 persen dan hal tersebut terbilang cukup kecil dibandingkan secara nasional dikisaran 27,7 persen tahun 2019,” jelas Ika.
Masih dikatakan Ika, ia menuturkan dengan jumlah Stunting kisaran 9 persen tersebut menjadi tugas kita bersama untuk bisa menurunkan sampai tahun 2024.
Dalam penurunan Stunting ada dua jenis intervensi, yaitu sifatnya spesifik dan sensitif. “Kalau spesifik itu intervensi yang sifatnya langsung, biasanya mengarah pada kesehatan dan hal itu pada umumnya dilakukan oleh dinas kesehatan, misalnya pemberian tablet penambah darah ke remaja dan bisa juga untuk tambahan makan pemulihan stunting atau ibu hamil supaya tidak kurang energi kronis dan hal itu sifatnya intervensi spesifik sesuai kebutuhan sasaran,” ucap Ika.
disampaikan Ika, menurutnya berbeda dengan hal dengan sifatnya intervensi sensitif lebih luas, berkaitan juga dengan sanitasi, air minumnya, kebersihan lingkungan, pola asuh dan tumbuh kembang anak.
“Hal ini yang menjadi tugas kita bersama-sama berkolaborasi dengan semua pihak, bukan hanya tugas pemerintah dalam menurunkan stunting. Diketahui saat ini kegiatan kelurahan banyak program yang dilaksanakan, seperti sanitasi yaitu sedot tinja dilakukan minimal 3 tahun sekali melalui arisan sedot tinja, PKK juga mempunyai program penurunan stunting serta OPD sesuai dengan Tupoksinya masing-masing,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara Rembuk stunting tingkat Kelurahan tersebut, Camat, Lurah, Posyandu, Kasi kesra, LPM, Tim Pendamping Keluarga Stunting, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader PKK se-kecamatan Metro Timur.
Time7Newss.com (Red).






