Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro memberikan sambutan saat pelatihan promotor komunikasi perubahan perilaku menuju sanitasi aman.
Time7Newss.com, Kota Metro.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro drg.Erla Andrianti,MARS mengajak peserta pelatihan menjadi pelopor perilaku dari diri sendiri untuk mewujudkan kota sehat sesuai visi kota Metro sebagai Kota Berpendidikan Sehat Sejahtera dan Berbudaya.
Hal tersebut disampaikan Kadis Kesehatan Erla Andrianti saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka pelatihan komunikasi perubahan perilaku menuju sanitasi aman berlangsung pukul 08.30 WIB bertempat di Aula Dinkes Kota Metro, Rabu (05/10/2022).

“Alhamdulillah, Di Kota Metro untuk perilaku sanitasi masyarakat sudah cenderung baik, dimana pada tahun 2022 ini juga kita telah deklarasikan sanitasi total berbasis masyarakat,” ucap Erla.
Lebih lanjut dikatakan Erla, pelatihan komunikasi perubahan perilaku menuju sanitasi aman sehat dan berkelanjutan mencapai visi kota sehat.

“Sanitasi aman, sehat dan berkelanjutan untuk menuju kota sehat sebagaimana Visi Kota Metro sebagai Kota Berpendidikan Sehat Sejahtera dan Berbudaya,” kata Erla.
Masih dikatakan Erla, Ia menuturkan
adanya pelatihan promotor komunikasi perubahan perilaku menuju sanitasi aman yaitu dalam rangka mendorong perubahan perilaku tata kelola perilaku sanitasi masyarakat.
“Pelatihan ini adanya keterwakilan kader diharapkan menjadi kunci perubahan perilaku tata kelola sanitasi masyarakat dimulai dari diri kita sendiri, mendorong perubahan pelayanan terjangkau, pengelolaan sampah, pengelolaan limbah dan air minum sehat mempertahankan situasi yang sudah baik, stop buang air besar sembarangan,” jelas Erla.
Selain itu, Erla berpesan kepada peserta pelatihan menjadi contoh dimulai dari diri sendiri dalam mewujudkan sanitasi aman merubah perilaku masyarakat.
“Akses jamban melalui sanitasi aman, untuk merubah perilaku masyarakat dimulai dari diri kita sendiri agar sanitasi di kota Metro aman. penelitian air tanah kota Metro tingkat ekoli kita masih tinggi dan hal ini memperihatinkan dan tidak bisa dibiarkan, banyak hal terjadi paparan pencemaran ekoli tersebut bisa saja sanitasinya tidak aman dan dianjurkan untuk dilakukan penyedotan septictank,” terang Erla.
“Kita sarankan untuk merebus air minum agar aman dikonsumsi, kita harus bisa menjadi contoh perubahan perilaku menuju sanitasi aman,” imbuhnya.

Sementara itu, Perwakilan SNV Putri Sortaria dalam penyampaiannya, Ia mengucapkan terimakasih kepada kepala Dinas Kesehatan, Bappeda Kota Metro, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUTR, Camat, Lurah dan para peserta pelatihan promotor komunikasi perubahan perilaku menuju sanitasi aman.
“SNV telah berproses dengan semua pihak dalam promotor perubahan perilaku menuju sanitasi aman. program ini memerlukan kerjasama semua pihak untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat,” jelas Putri.
Dipaparkan Putri Sortaria, Ia mengungkapkan ada 11 (sebelas) Puskesmas di Kota Metro berhubungan langsung dengan masyarakat yang telah diberikan pelatihan komunikasi perubahan perilaku menuju sanitasi aman.
“Kegiatan pelatihan komunikasi perubahan perilaku menuju sanitasi aman dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 5 -7 Oktober 2022. Nantinya para peserta pelatihan akan langsung praktek memberikan pengetahuan kepada masyarakat,” kata Putri.
“Terimakasih kepada Dinas Kesehatan Kota Metro yang telah memberikan support berjalannya program pelatihan promotor komunikasi perubahan perilaku menuju sanitasi aman ini, untuk mewujudkan kota sehat mencegah pencemaran air tanah dengan memberikan pengetahuan perubahan perilaku sanitasi aman kepada masyarakat,” pungkasnya.
Hadir pada pelaksanaan pelatihan tersebut, Kadis Kesehatan Kota Metro, Perwakilan SNV, Bappeda Kota Metro, para peserta pelatihan komunikasi perubahan perilaku menuju sanitasi aman.
Time7Newss.com (Red/ADV).






