Beranda Advetorial Wali Kota Wahdi Narasumber Seminar Bimtek Nasional Tuntas Pengelolaan Sisa Kemasan

Wali Kota Wahdi Narasumber Seminar Bimtek Nasional Tuntas Pengelolaan Sisa Kemasan

76
BERBAGI

Foto : Wali Kota Metro dr.Wahdi,Sp.OG (K) saat memberikan sambutan sekaligus sebagai narasumber Seminar Bimtek Nasional Tuntas Pengelolaan Sisa Kemasan Farmasi Sesuai Regulasi.


Time7Newss.com, Kota Metro.

Rumah Sakti Umum Daerah Jenderal Ahmad Yani (RSUD Jend A.Yani) Metro menggelar Seminar Bimtek Nasional Tuntas Pengelolaan Sisa Kemasan Farmasi Sesuai Regulasi berlangsung secara virtual zoom meeting.

 

Dikesempatan tersebut, Wali Kota Metro dr.Wahdi,Sp.OG (K) memberikan sambutan sekaligus menjadi narasumber pada Seminar Bimtek Nasional Tuntas Pengelolaan Sisa Kemasan Farmasi Sesuai Regulasi Mendorong Penilaian Akreditasi dan Green Hospital Bertema ‚ÄúPresentasi Program Metro Kota Sehat” berlangsung di Auditorium RSUD Jend. Ahmad Yani Kota Metro, Sabtu (21/05/2022).

 

Seminar Bimtek Nasional Tuntas Pengelolaan Sisa Kemasan Farmasi Sesuai Regulasi.

 

Wali Kota Metro Wahdi menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat melalui Dinas Kesehatan telah melaksanakan berbagai Program Nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat berbagai program.

 

Diantarannya, Program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), Program STBM 5 Pilar, Program Penurunan Stunting, Program Kabupaten/Kota Sehat, Program JKN atau Akses Kesehatan Universal.

 

Wali Kota Metro dr.Wahdi,Sp.OG (K) saat menjadi Narasumber Seminar Bimtek Nasional Tuntas Pengelolaan Sisa Kemasan Farmasi Sesuai Regulasi.

 

Dalam hal ini, Wali Kota Wahdi juga menyampaikan bahwa pada tanggal 31 Maret 2022 Pemerintah Kota Metro telah melaksanakan deklarasi sekaligus telah mencapai Predikat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM 5 Pilar.

 

Sebelumnya, Wahdi mengungkapkan bahwa Kota Metro telah mendeklarasikan diri untuk secara konsisten melaksanakan 5 perilaku hidup sehat di seluruh Kota Metro.

 

Artinya, masyarakat Kota Metro memiliki komitmen yang kuat untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat menuju Kota Sehat,” tutur Wahdi.

 

Selain itu, Wahdi juga telah menghadiri beberapa undangan acara seminar dan webinar nasional dalam menyampaikan inovasi yang telah diciptakan untuk memastikan Generasi Emas Metro Cemerlang melalui program JAMA-PAI yaitu Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu.

 

Direktur RSUD Jend Ahmad Yani Kota Metro, dr.Fitri saat memberikan pemaparan di acara Seminar Bimtek Nasional Tuntas Pengelolaan Sisa Kemasan Farmasi Sesuai Regulasi.

 

Harapan Wali Kota Metro, melalui program JAMA-PAI kesehatan masyarakat sudah dapat di pantau sejak tahap pra-konsepsi sebelum pernikahan.

 

Menurut Wahdi, 7 pilar JAMA-PAI akan memastikan warga Kota Metro mendapatkan kualitas kehidupan yang baik dan kesehatan yang berkualitas.

 

Sementara itu, Wahdi juga menyampaikan bahwa saat ini penyakit berbasis lingkungan masih menjadi masalah terbesar di masyarakat yang sering di jumpai seperti diare, TBC, ISPA, dll.

 

Yang disebabkan oleh buruknya kondisi dan akses air, sanitasi dan kebersihan, seperti pengelolaan sampah maupun limbah cair lainnya,” ungkapnya.

 

Wahdi meminta kepada rumah sakit sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan untuk masyarakat luas dan tempat yang berpotensi dan rentan berbagai penyakit bakteri maupun virus seperti covid-19 agar dapat meningkatkan kuantitas, kualitas pada pengelolaan wash dan limbah farmasi.

 

Wali Kota Metro menilai penyediaan wash di rumah sakit, termasuk sisa kemasan farmasi masih menjadi sebuah tantangan.

 

Pertama tantangan tentang pentingnya pemanfaatan secara bijak terhadap faktor kebersihan dan perilaku hidup bersih yang bisa di mulai dari rumah sakit, kedua aspek kelembagaan rumah sakit dalam menyediakan layanan kesehatan yang sudah baik dengan melakukan pengelolaan keuangan mengunakan pola BLUD meski masih terdapat keterbatasan rumah sakit dalam pengelolaan wash pada pengelolaan sanitasi dan limbah medis atau limbah B3 dan limbah Farmasi, ” ujarnya.

 

Lanjut Wahdi, Ketiga adalah indikator SDGs 2030 sudah harus di rujuk oleh Kota Metro di dalam pelaksanaan pembangunan, termasuk indikator wash di fasyankes termasuk rumah sakit dan puskesmas dengan mengikuti 5 indikator.

 

Saya mendorong kita semua peserta seminar, termasuk RSUD A.Yani, para apoteker dan praktisi farmasi agar betul-betul memperhatikan aspek wash atau air sanitasi dan hygiene pada rumah sakit harus terpenuhi,” tuturnya.

 

Kota Metro, saat ini menargetkan untuk menjadi Kota yang berkelanjutan dan Kota Sehat dengan mengikuti 9 tatanan indikator Kota Sehat.

 

Direktur RSUD Jend Ahmad Yani Kota Metro, dr.Fitri Agustina

 

Sementara itu, Direktur RSUD Jend Ahmad Yani Kota Metro dr.Fitri Agustina dalam pemaparan singkat, ia menjelaskan tujuan diselenggarakannya Seminar Bimtek Nasional Tuntas Pengelolaan Sisa Kemasan Farmasi Sesuai Regulasi dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi SDM dan memberikan informasi edukasi cara pengelolaan limbah medis yang baik dan benar.

 

RSUD Jend Ahmad Yani merupakan rujukan regional yang memberikan pelayanan rawat inap dan rawat, Hal ini akan menghasilkan limbah medis yang banyak karena itu pihak RSUD Jend Ahmad Yani bekerjasama dengan Tim Dis dalam pengelolaan limbah medis dengan skema daur ulang yang mendapat benefit keuntungan imbalan jasa insentif untuk pemasukan RSUD Jend Ahmad Yani,” ucap Fitri.

 

Kerjasama dengan skema daur ulang limbah plastik, kemasan perabot dan dirigen hasil pengelolaan mendapatkan insentif imbalan jasa dan menjadi pemasukan RSUD Jend Ahmad Yani,” jelasnya.

 

Wali Kota Metro dr.Wahdi,Sp.OG (K) didampingi Direktur RSUD Jend Ahmad Yani Kota Metro dr.Fitri Agustina, Kepala Bappeda kota Metro Anang Risgianto saat melihat hasil proses daur ulang limbah medis plastik

 

Kegiatan pengelolaan daur ulang limbah plastik tersebut bisa meminimalisir dampak dari limbah medis dan mendapatkan pemasukan, serta kedepannya bukan hanya limbah sisa farmasi khususnya RSUD Jend A.Yani namun dapat menghimpun limbah-limbah medis plastik dari seluruh Puskesmas menjadi satu pintu yang mana harapannya menjadi Green Hospital.

Setiap tahun limbah medis plastik jumlahnya sangat banyak, apabila tidak dikelola dengan baik menimbulkan dampak kondisi lingkungan tidak baik. Hal ini juga membantu pemerintah dalam hal penanganan limbah medis serta memaksimalkan pelayanan dan mengurangi biaya dalam penanganan limbah medis padat yang dikelola dengan baik melalui skema daur ulang,” pungkas Direktur RSUD Jend Ahmad Yani dr.Fitri.

 

Hadir pada acara Seminar Bimtek Nasional Tuntas Pengelolaan Sisa Kemasan Farmasi Sesuai Regulasi berlangsung secara virtual zoom meeting dihadiri Wali Kota Metro dr.Wahdi Siradjuddin,Sp.OG (K), Kepala Dinas Kesehatan drg.Erla Andrianti, Direktur RSUD Jend Ahmad Yani Metro dr.Fitri, Kepala Bappeda kota Metro Anang Risgianto, Direktur Rumah Sakit se-Kota Metro.

Time7Newss.com (Red/ADV).

 

 

Print Friendly, PDF & Email